Purwomartani Jadi Desa Tangguh Bencana

49
Relawan menolong korban bencana saat gladi lapang di lapangan Temanggal Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan, Senin (03/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman,  mengukuhkan Purwomartani sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).

Pengukuhan dilaksanakan pada kegiatan Gladi Lapangan Bencana Angin Kencang di lapangan Temanggal Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan, Senin (03/09/2018).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk Penguatan Kelembagaan Masyarakat dalam Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2018, salah satunya melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana, sebagai wujud kesiapsiagaan warga desa menghadapi ancaman bencana.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Musta’in Aminun,  mengatakan gladi lapang ini menjadi momen strategis bagi masyarakat desa itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terkait bencana angin kencang.

“Guna meminimalisir dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Sleman mempunyai komitmen untuk terus membekali masyarakat dengan kemampuan mitigasi bencana,” kata Musta’in.

Baca Juga :  Margaria Renovasi Rumah Korban Badai Cempaka

Dia mengimbau kegiatan tersebut dapat merubah cara pandang masyarakat menghadapi bencana, semula responsif menjadi preventif yaitu pengelolaan risiko bencana.

Musta’in  melakukan langsung pengukuhan Tim Destana  Desa Purwomartani yang berjumlah 30 orang, terdiri dari Perangkat Desa, Perlindungan masyarakat (Linmas) dan Relawan.

Dia juga menyerahkan peralatan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang diterima Kepala Desa Purwomartani.

Kepala BPBD Sleman, Joko Supriyanto, mengatakan dari tahun 2014 sampai d 2018 Kabupaten Sleman telah mengukuhkan sebanyak 44 Destana.

Hal tersebut merupakan upaya mewujudkan semangat dari Undang-undang No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“BPBD kabupaten Sleman berusaha mengimplementasikan dengan mensinergikan berbagai elemen yaitu pemerintah, masyarakat dan pengusaha agar bisa terwujud masyarakat yang tanggap, tangkas dan tangguh,” katanya.  (sol)

Baca Juga :  500 Outfit Desainer Meriahkan Jogja Fashion Festival