Pusat  Kuliner Belut Belum Maksimal

280
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman Tri Endah Yitnani meninjau kios kripik belut di Pusat Kuliner Belut, Kamis (9/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Keberadaan Pusat Kuliner Belut Godean masih eksis hal itu dibuktikan dengan event Pekan Kuliner Belut yang dibuka Kamis (9/11/2017).

Hal itu disampaikan Tri Endah Yitnani, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, saat membuka Pekan Kuliner Belut di Pusat Kuliner Belut Godean. Even ini berlangsung 9 hingga 15 November 2017.

Menurut Endah Yitnani perkembangan Pusat Kuliner Belut di Godean ini memang belum menggembirakan. Namun semangat dan keuletan para pedagang masih tinggi terbukti saat ini keberadaanya masih tetap eksis. Agar pedagang tetap semangat dan untuk lebih mengenalkan kembali keberadaan Pusat Kuliner Belut Godean diadakan event yang dapat menarik lebih banyak lagi pembeli.

Saat ini berbagai upaya telah ditempuh namun terkendala masih adanya pedagang yang menjual kripik belut di kios Pasar Godean dan dipinggir jalan Godean lainnya yang keberadaannya cukup mencolok, sehingga mengalahkan keberadaan Pusat Kuliner Belut yang representatif.

Baca Juga :  Bank Sleman Buka Kantor di RS Sakina Idaman

Dikatakan Endah Yitnani, ke depan akan diupayakan penganekaragaman masakan belut yang disediakan. Bukan hanyak kripik belut saja, tetapi juga belut olahan basah seperti oseng-oseng belut, belut bacem, sambal belut dan lainnya.

Juga aneka produk makanan lainnya serta adanya produk-produk yang sudah cukup dikenal dan laris dipasaran dihadirkan di tempat ini sehingga diharapkan mampu menjadi pemantik untuk menyedot perhatian pembeli untuk berbelanja.

Sementara itu Kepala UPT Kuliner Wilayah V, Ahmat Sarbini menyampaikan saat ini terdapat 32 pedagang yang masih berjualan di Pusat Kuliner Belut Godean dari 60 kapasitas yang tersedia. Kegiatan Pekan Kuliner Belut yang dilaksanakan ini akan diisi dengan aneka hiburan siang dan sore harinya. Untuk para pedagang juga disediakan space untuk berjualan di luar sehingga diharapkan mampu menarik pengunjung.

Baca Juga :  Tragis, Usai Salat Subuh Lansia Gantung Diri Gunakan Mukena

Diakui oleh Sarbini sepinya pengunjung telah diantisipasi dengan berbagai upaya mulai dari penganekaragaman produk olahan belut yang dijajakan, pelatihan pengolahan produk bagi pedagang. Juga upaya sinergitas yang dilakukan oleh SKPD terkait di Sleman seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanian untuk mengembangkan Pusat Kuliner Belut maupun upaya mengenalkan dan mengajak  kepada tamu-tamu luar daerah yang berkunjung di Sleman untuk membeli oleh-oleh Khas Sleman.

Saat ini telah dilakukan penataan tempat parkir kendaraan sehingga para pembeli bisa langsung masuk dan berbelanja dan kedepan juga perlu penataan design los-los pedagang agar semua penjual dapat merata laku dagangannya.(SM)