Putri Gus Dur Naik Motor di Dalam Gedung

612
Kemeriahan acara Road to Campuss Pancasila di Zamanku di Grand Pacific Hall Yogyakarta, Sabtu (03/02/2018) yang dihadiri Prof Mahfud MD, Inayah Wahid dan Tantri Kotak. (istimewa)

YOGYAKARTA — Inayah Wulandari Wahid, putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, beraksi naik sepeda motor di dalam gedung. Aksi yang terbilang nyeleneh tersebut tentu saja mengundang perhatian.

Namun, ini hanyalah bagian dari enternainmen guna melengkapi kemeriahan acara talkshow Pancasila di Zamanku yang diselenggarakan Bakti Pendidikan Djarum Foundation bekerja sama dengan Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta dan Solidaritas Anak Bangsa (Sabang), Sabtu (03/02/2018), di Grand Pacific Hall Yogyakarta.

Mengenakan helm dan jaket warna kekuningan bertuliskan OkeJak, pemerhati sosial dan pegiat di Wahid Institute itu mengendarai motor matik sampai depan  panggung, persis di  hadapan ribuan mahasiswa.

Begitu motor berhenti, dia coba lepaskan tali helm tapi rupanya agak kesulitan pula. Begitu berhasil, dia pun langsung naik panggung bersama pakar hukum tata negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Mahfud MD.

Tak  berselang lama, menyusul vokalis band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari atau biasa disebut Tantri Kotak.

Dipandu jurnalis senior Rosianna Silalahi, Inayah Wahid mengatakan Pancasila merupakan intisari dari semua nilai-nilai kearifan yang bersifat universal. Sampai kapan pun Pancasila tidak akan ketinggalan zaman, termasuk di tengah generasi milenial sekarang ini.

“Selama ada manusia dan ada kemanusiaan, maka Pancasila akan selalu relevan. Karena Pancasila selalu bersumber dari nilai-nilai kebaikan yang universal, sehingga akan selalu sejalan dengan agama apa pun,” kata dia.

Baca Juga :  Generasi Milenial Perlu Belajar Sejarah
Tantri Kotak menghibur peserta Talkshow Pancasila di Zamanku. (istimewa)

Minimnya pemahaman terhadap Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, membuat anak muda rentan dipecah belah. Oleh karena itu, nilai-nilai kearifan Pancasila dipandang perlu dibumikan kembali di tengah-tengah kaum muda untuk menguatkan semangat persatuan.

“Bicara Pancasila, saya jadi ingat almarhum ayah. Gus Dur itu pijakannya kemanusiaan, beliau begitu mencintai Tuhan. Dan membela kemanusiaan adalah pembelaan terhadap Tuhan. Jadi beliau membela masyarakat yang diperlakukan tidak adil. Itu adalah bentuk Pancasila yang sesungguhnya, jangan cuma diomongin saja,” paparnya.

Menurut dia, Pancasila masih menjadi nilai-nilai bangsa. “Kita semua bisa ada di sini, bisa ketawa dengan teman-teman yang berbeda, itu karena ada Pancasila. Jadi sebenarnya nggak usah panjang-panjang ngomongin Pancasila, karena Pancasila bukan buat diomongin tapi dijalanin. Dan mahasiswa punya kekuatan untuk melakukan itu semua,” tambahnya.

Selalu aktual

Prof Mahfud menyatakan, Pancasila di sepanjang zaman selalu aktual serta tidak pernah berubah. “Pancasila sebagai pedoman kebersatuan kita merupakan ideologi yang juga melahirkan hukum sesuai dengan kebutuhan bangsa kita,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Indonesia dikenal sebagai sebagai laboratorium keberagaman. Ada 1.360 suku di sini dan bersatu. Bandingkan dengan di India hampir setiap hari ada perang antarkelompok hanya gara-gara berbeda bahasa.

Tapi di Indonesia ada 700-an bahasa tapi semua bisa bersatu dengan bahasa Indonesia. “Itulah maksud dari yang saya bilang bahwa Pancasila adalah kebersatuan bagi Indonesia. Dan, perbedaan itu merupakan anugerah dari Tuhan, jadi jangan pernah terpecah-pecah karena keberagaman,” tandasnya.

Baca Juga :  Aksi Titik Nol Dipastikan Batal

Sementara itu, Tantri Kotak menyatakan minimnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila bisa membuat generasi muda saat ini semakin individualistis dan tidak mempunyai pegangan di tengah arus informasi global.

Dia pun mengajak anak-anak muda terus berkarya dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan mereka. Tantri mencontohkan, semangat Pancasila tetap ia tanamkan dalam bermusik melalui beberapa lagu-lagunya bersama band Kotak.

“Saya dan teman-teman di Kotak punya perhatian besar terhadap nasionalisme dan Pancasila. Kami menciptakan dua lagu yang bisa menggugah semangat nasionalisme yaitu Satu Indonesia dan Merah Putihku. Agar semangat nasionalisme kita jangan mudah goyah,” ucap vokalis rock ini.

Ribuan peserta merespons positif acara itu bahkan aktif terlibat selama acara. Usai talkshow, para peserta juga dihibur aksi panggung band Kotak yang dimotori Tantri.

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad mengatakan, tema Pancasila harus terus digiatkan kepada generasi muda saat ini. Derasnya arus informasi saat ini bisa menjadi ancaman jika Pancasila tidak dibentengi.

Road to Campuss merupakan program pelatihan keterampilan lunak (soft skills) ke berbagai perguruan tinggi. Program ini dijalankan Djarum Foundation sejak tahun 2007, sebagai bentuk komitmennya terhadap dunia pendidikan. (sol)