Qnet Siap Tindak IR Melanggar Aturan

326

KORANBERNAS.ID—Gerah dengan berbagai keluhan dari masyarakat, Qnet Indonesia menegaskan tekadnya untuk menelusuri dan mengusut keluhan-keluhan dari masyarakat. Apabila nantinya menemukan bentuk-bentuk pelanggaran oleh anggotanya dalam menjalankan tugas, manajemen siap mengambil tindakan tegas.

“Saya akan telusuri dan cek dengan teliti keluhan-keluhan ini. Kalau orang-orang kita ada yang melanggar aturan sehingga merugikan masyarakat, saya tidak akan tinggal diam. Manajemen tidak akan memaafkan mereka,” kata CEO Qnet Indonesia, Trevor Kuna, dalam rilisnya, Jumat (23/02/2018).

Sebelumnya, keluhan atas Qnet muncul di berbagai daerah. Masyarakat yang direkrut oleh Independent Representative (IR) mengaku dirugikan dalam banyak hal. Mereka mengaku janji-janji perusahaan banyak yang tidak direalisasikan. Keluhan-keluhan ini, juga sudah menjadi perhatian pihak aparat keamanan.

Kuna menjelaskan, Qnet Indonesia memiliki konsep bisnis penjualan langsung secara global dan berbasis e-commerce yang fokus dalam pengembangan, pemasaran dan distribusi berbagai produk gaya hidup eksklusif

“Kami merupakan anggota dari APLI, Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia yang menangungi perusahaan-perusahaan penjualan langsung di Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang masuk di APLI, adalah perusahaan yang terpercaya,” katanya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Qnet Indonesia  mengajarkan para anggota atau Independent Reprensentative (IR) untuk menjadi QNETPRO yang memiliki kekuatan untuk dapat mengedukasi orang  dan membantu mereka untuk mengerti makna dari arti sebenarnya jaringan pemasaran dengan meluruskan opini masyarakat mengenai penjualan langsung.

Pendidikan ini dilakukan melalui berbagai training dan seminar, untuk memberikan pemahaman mengenai praktek bisnis Qnet. Disana dijelaskan mengenai  keunggulan dan manfaat produk dan bagaimana sistem yang digunakan oleh perusahaan.

“Kami mewajibkan agar para IR menjadi IR yang profesional, kerja keras dan jujur dalam melakukan kegiatan bisnis. Yang melanggar aturan, tentu akan kami tindak lanjuti. Tidak akan kita maafkan. Karena ini menyangkut citra perusahaan,” tegas Trevor Kuna.

Saat ini, Qnet merupakan perusahaan yang menerapkan sistem penjualan langsung melalui e-commerce. Perusahaan ini menyediakan rangkaian produk kecantikan dan kesehatan di lebih dari 100 negara. Perusahaan ini juga memilii lebih dari 25 kantor perwakilan dan agen di seluruh dunia, dan lebih dari 50 stockist, selain dari aktivitas bisnis lokal atau waralaba di beberapa negara. (*)