Rangkaian Upacara Adat Wonolelo Dimulai

380

KORANBERNAS.ID–Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo bakal digelar mulai Jumat (13/10/2017) di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak Sleman.

Pembukaan ditandai dengan pengajian akbar oleh Al Ustadz H. Habib Mussofha dari Cilacap Jawa Tengah. Pengajian akbar tersebut dimaksudkan sebagai upaya meneruskan perjuangan Ki Ageng Wonolelo sebagai ulama besar dan penyebar agama Islam.

“Sedangkan puncak acara berupa Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo akan dilangsungkan pada Jumat Kliwon 27 Oktober 2017,” kata HY Aji Wulantara SH MHum, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dikantornya, Kamis (12/10/2017).

Ketua panitia, Wartono mengatakan upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo merupakan bagian dari kegiatan  untuk mendukung wisata budaya.

Kegiatan ini diharapkan akan mampu mengajak sekaligus mendorong generasi muda menggali dan lebih memahami nilai-nilai seni budaya yang adiluhung dan memberikan wahana bagi pertumbuhan kesenian rakyat serta menumbuhkan rasa handarbeni dan kecintaan terhadap seni budaya bangsa sendiri.

Baca Juga :  Taufik Yanuar Juara Run to Give 2018

Wartono menambahkan bahwa Ki Ageng Wonolelo dengan nama asli Jumadi Geno merupakan seorang keturunan Prabu Brawijaya V sekaligus sebagai tokoh penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram. Ia bermukim di Dusun Pondok Wonolelo, memiliki ilmu kebatinan yang tinggi pada masa itu.

“Karena memiliki ilmu yang tinggi, ia pernah diutus Raja Mataram ke Kerajaan Sriwijaya di Palembang yang saat itu membangkang terhadap Mataram. Iapun berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya. Nama Ki Ageng Wonolelo atau Jumadi Geno semakin tersohor dari waktu ke waktu sehingga semakin banyak orang yang berdatangan untuk berguru dengannya,” kata Wartono.

Sebagai seorang panutan Ki Ageng Wonolelo memiliki ilmu tinggi, Ki Ageng Wonolelo banyak mewariskan berbagai peninggalan yang berupa tapak tilas dan pusaka dan benda keramat lainnya. Pusaka, jimat dan berbagai benda keramat peninggalan Ki Ageng Wonolelo inilah yang kemudian dikirabkan setiap bulan Sapar.

Baca Juga :  Air PDAM Empat Hari Tak Mengalir

Dalam rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelob tersebut akan dipentaskan berbagai potensi seni budaya diantaranya pentas seni akan PAUD/ TK, hadroh dan qosidah, srunthul, jathilan, orkes melayu/ dangdut, badui, angklung, sholawatan, karawitan, kethoprak PS Bayu, dan lainnya.

Sedangkan pada puncak upacara adat pada tanggal 27 Oktober 2017 berupa kirab pusaka Ki Sgeng Wonolelo, kirab Gunungan, Kirab Keprajuritan, tari dan fragmen serta penyebaran apem sebagai simbolisme sedekah untuk diperebutkan oleh pengunjung yang dianggap dapat mendatangkan keberkahan hidup.

Kemudian untuk penutupan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2017 dengan pementasan orkes melayu Lathansa dan Wayang Kulit dengan dalang Ki Sritanto. (SM)