Rasa Empati Harus Jadi Aksi Nyata

140
Sekda Sleman, Sumadi SH MH ketika menghadiri sarasehan dalam rangka memperingati HKSN tahun 2017 di Gedung Serba Guna Sleman, Rabu (13/12/2017).(bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2017, Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar sarasehan di Gedung Serba Guna Sleman, Rabu (13/12/2017), dengan tema “Kesetiakawanan Sosial Nasional Perekat Kebangsaan”.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi SH MH mengatakan bahwa HKSN tersebut diperingati untuk membangkitkan kembali semangat persatuan, kegotong-royongan, kekeluargaan dan bahu membahu antar warga masyarakat.

Sumadi berharap, peringatan HKSN tersebut mampu menggugah rasa empati terhadap orang lain yang diwujudkan dengan aksi nyata.

“Seperti diketahui bersama, akhir-akhir ini ada banyak musibah akibat cuaca ekstrim. Peran serta kawan-kawan semua sangat juga sangat harapkan untuk turut serta dalam pertolongan kebencanaan ini. Baik di wilayah kita sendiri, ataupun di kabupaten lain,” ucap Sumadi.

Baca Juga :  Tidak Hanya Ambil Air Tapi juga Tanam Pohon

Sumadi juga mengatakan budaya gotong royong yang ada di Kabupaten Sleman merupakan karakter masyarakat yang harus dipertahankan. Menurutnya sudah banyak daerah lain yang mengapresiasi sikap empati dan budaya gotong royong masyarakat Kabupaten Sleman.

“Kegotongroyongan, kebersamaan, kekompakan masyarakat dalam mengatasi permasalahan-permasalahan di Kabupaten Sleman ini telah menjadi acuan dan diapresiasi oleh daerah-daerah lain, salah satunya oleh Pemerintah Kota Kagoshima Jepang yang berkunjung ke Sleman beberapa waktu yang lalu,” jelas Sumadi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Sleman, Sri Murni Rahayu SH MH mengatakan bahwa dengan adanya acara tersebut diharapkan dapat menjalin persatuan antar masyarakat.
Sri Murni berharap pada peringatan HKSN tersebut mampu menggugah empati terhadap orang lain untuk menangani permasalahan kesejahteraan sosial.

Baca Juga :  Infeksi Masih Jadi Masalah Serius

“Selain itu, peringatan HKSN tersebut juga memiliki tujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan dan memperluas wawasan kebangsaan melalui mitra jejaring sosial,” imbuhnya.

Sarasehan tersebut diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari berbagai elemen, diantaranya SKPD terkait, Pekerja Sosial Masyarakat, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Tenaga Pelopor Perdamaian, dan Duta HIV AIDS. (yve)