Ratusan Pedagang di Lapangan Merdeka Delanggu akan Direlokasi

789
Pedagang di sekitar Lapangan Merdeka Delanggu tetap beraktivitas berjualan seperti biasa. Para pedagang belum tahu kapan direlokasi ke tempat baru.(Masal Gurusinga)

KORAN BERNAS,ID–Sekitar 250-an pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar Lapangan Merdeka Delanggu atau di jalan pabrik karung Delanggu akan direlokasi ke tempat baru di Dukuh Sidodadi Desa Delanggu. Relokasi terhadap pedagang itu sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka.

Namun sebelum para pedagang itu direlokasi, pihak pemerintah desa akan membangun sarana dan prasarana di lokasi baru.

“Tahun ini kami fokus pada pembangunan jalan dulu. Setelah itu urug tanah,” kata Kepala Desa Delanggu Sri Mulyono, B.Sc, Rabu (23/08/2017)

Dia menceritakan total anggaran untuk pembangunan sarana dam prasarana tahun ini Rp 850 juta dengan rincian Rp 350 juta dari dana desa untuk bangun jalan dan talud serta Rp 500 juta dari APBD Kabupaten Klaten untuk urug tanah.

Baca Juga :  Munaslub Lebih Cepat Lebih Baik

Sedangkan pada 2018 akan difokuskan untuk  pembangunan los tempat berjualan serta tempat parkir. “Besok kalau mereka sudah pindah akan dikelola langsung BUMDes agar desa punya pendapatan,” ujarnya.

Camat Delanggu Sri Wahyuni membenarkan rencana relokasi pedagang tersebut. Menurut dia pemindahan pedagang ke tempat yang baru diharapkan sudah terealisasi 2018.

Beberapa pedagang ditemui di lokasi berjualan mengaku telah mendapat kabar itu. Namun mereka mengaku belum tahu, kapan harus pindah.

“Info itu sudah kami dengar lama tapi tapi kapan pastinya dipindah tidak tahu,” ujar mereka.

Sedangkan pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Delanggu Yulianto mengatakan pada prinsipnya para pedagang siap dipindah asal tidak hanya sekadar untuk membersihkan kawasan Lapangan Merdeka tetapi bagaimana untuk keberlangsungan pedagang mencari nafkah.

Baca Juga :  Warga Protes Pembangunan Jalan Kampung Panglon

Sekadar diketahui para pedagang yang dulu berjualan di sekitar Lapangan Merdeka adalah pedagang pasar Delanggu yang direlokasi saat pembangunan Pasar Delanggu tahun 2007. Namun karena mereka menilai harga jual kios oleh investor terlalu mahal, akhirnya menolak untuk menempati bangunan Pasar Delanggu yang kala itu dibangun PT Karsa Bayu Bangun Perkasa (KBBP). (SM)