Ratusan Pelajar Bersaing Raih Anugerah Kihajar

91
Kepala Balai Tekkomdik, Dra Isti Triasih, membuka event Gebyar Anugerah Kihajar Tahun 2018, Rabu (29/08/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Selama tiga hari mulai Rabu hingga Jumat (28-31/08/2018) ratusan pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs/SMA/SMK/MA se-DIY berkumpul di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Jalan Kenari Yogyakarta. Mereka bersaing untuk meraih penghargaan di bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Gebyar Anugerah Kihajar (Kita Harus Belajar) 2018 sebagai ajang tahunan bergengsi tersebut dibuka oleh Kepala Balai Tekkomdik, Dra Isti Triasih.

Kepada wartawan dalam konferensi pers usai pembukaan acara, Isti Triasih memaparkan dari kegiatan itu nantinya dipilih tiga siswa masing-masing jenjang untuk mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta ke Lomba Kihajar Tingkat Nasional 2018.

“Gebyar Anugerah Kihajar ini untuk mengembangkan budaya inovatif dan kreatif para siswa di bidang TIK melalui media pembelajaran,” ujarnya didampingi Kepala Seksi Layanan dan Promosi, Dra Sri Sunarsih.

Dra Isti Triasih (kanan) menyampaikan keterangan pers. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Pada hari pertama, berlangsung lokakarya pendidikan yang diikuti 100 guru, lomba band Ipad diikuti 15 band terdiri dari 76 siswa, lomba aplikasi mobile diikuti peserta sejumlah 19 tim atau 38 orang serta lomba penyiar radio dengan peserta 25 siswa.

Pada hari kedua berlangsung lomba video edukasi bagi guru diikuti 10 tim terdiri dari 50 orang, lomba menggambar diikuti 36 siswa SLB, kuis Kihajar tingkat SD dengan peserta 50 siswa serta lomba fotografi pendidikan di Benteng Vredeburg dengan peserta 50 siswa.

Sedangkan hari terakhir, Jumat (31/08/2018), digelar lomba video edukasi bagi siswa diikuti 10 tim (50 orang), kuis Kihajar tingkat SMP (50 siswa) dan kuis Kihajar SMA dengan peserta 50 siswa.

Karya siswa dan guru dipamerkan di ajang Gebyar Anugerah Kihajar Tahun 2018. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Lebih jauh Istri Triasih menyampaikan, melalui Gebyar Anugerah Kihajar 2018 bertema Membangun Generasi Bangsa Sejak Dini di Era Digital kali ini pihaknya mengajak semua pihak mau peduli dan terlibat dalam kegiatan pemanfaatan TIK untuk pendidikan.

Disadari atau tidak, perkembangan  TIK yang begitu cepat mengubah pola pikir, budaya, cara pandang dan tingkah laku sehari-hari. “Perangkat TIK seperti komputer, handphone, televisi, radio, yang dulu dianggap mewah kini telah dianggap sebagai kebutuhan,” ungkapnya.

Senang tidak senang bahkan setuju atau tidak setuju kini orang tidak bisa melepaskan diri dari TIK. “Karena TIK memiliki potensi yang dibutuhkan oleh segala bidang termasuk pendidikan/pembelajaran,” tandasnya. (sol)