Ratusan Perangkat Desa Geruduk Istana Negara

278
Sejumlah 757 perangkat desa Klaten yang bergabung dalam PPDI berangkat ke Jakarta, Senin (23/10/2017). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah 757 perangkat desa di Kabupaten Klaten yang tergabung dalam Paguyuban Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berangkat ke Jakarta, Senin (23/10/2017) siang. Keberangkatan perangkat desa tersebut bertujuan untuk menagih janji Presiden Joko Widodo yang dalam kampanye pilpres 2014 lalu akan mengangkat perangkat desa menjadi PNS secara bertahap dan bantuan dana desa sebesar Rp 1,4 Miliar per desa.

“Kami berangkat ke Jakarta menggunakan 19 bis. Tujuan kami menagih janji Pak Jokowi dalam kampanyenya dulu,” kata Ketua II PPDI Klaten H Agus Sa’bani sesaat sebelum berangkat dari depan Pendopo Pemkab Klaten.

Agus Sa’bani menjelaskan aksi damai di Jakarta besok akan dilaksanakan serentak oleh perangkat desa seluruh Indonesia. PPDI Kabupaten Klaten memberangkatkan perangkat desa untuk bergabung dalam aksi itu.

Baca Juga :  Ribuan Warga Manfaatkan "Pasrah" BPJS Ketenagakerjaan  

Hingga saat ini kata perangkat Desa Knaiban Juwiring itu Presiden Jokowi belum seluruhnya merealisasikan janji kampenyanya. Diantaranya bantuan dana desa yang baru diberikan hanya ratusan juta per desa dan belum Rp 1,4 Miliar dan pengangkatan PNS secara bertahap.

“Status kami perangkat desa tidak jelas. Kami baru menerima Rp 1,8 juta per bulan. Padahal kami bekerja sebagai pelayan masyarakat 24 jam,” ujarnya.

Senada diungkapkan Partono, perangkat Desa Tlogowatu Kemalang. Kepada koranbernas.id, dia mengatakan selain tuntutan diangkat jadi PNS, dia juga akan mempertanyakan pesangon jika kelak tidak menjadi perangkat desa.

Asisten Pemerintahan Sekda Pemkab Klaten Edy Hartanta mewakili Plt Bupati Sri Mulyani saat melepas keberangkatan perangkat desa tersebut berpesan agar apa yang diperjuangkan di Jakarta berhasil. (yve)

Baca Juga :  Deklarasi Damai di Atas Kain Putih Tiga Meter