Ratusan Petugas Awasi Hewan Kurban, Ada Apakah ?

257
Hewan kurban di Kabupaten Sleman tahun 2017. (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2017 ini, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman telah menyiapkan ratusan petugas pengawas hewan kurban.

“Pengawasan dilakukan agar daging hewan kurban yang beredar di masyarakat terbebas dari penyakit,” kata Ir Suwandi Aziz, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman di Sleman, Rabu (30/08/2017).

Suwandi menjelaskan kasus cacing hati sering terjadi pada hewan-hewan kurban sapi maupun domba.

“Dari pengalaman tahun lalu temuan cacing hati pada hewan kurban sembelihan tersebar di 17 kecamatan secara merata. Bila ditemukan saat disembelih, maka daging hewan masih bisa dikonsumsi. Tinggal hatinya saja yang dibuang, karena hanya bagian itu yang rusak,” kata Suwandi.

Suwandi menambahkan pengawasan sudah dimulai dilakukan di pasar-pasar hewan yang banyak menjual hewan kurban.

“Kami juga memberikan sosialisasi bagi masyarakat dalam proses pemotongan hewan,” katanya.

Dia mengatakan masih ditemukan masyarakat kurang teliti dalam menjaga kebersihan hewan.

“Pengawasan hewan kurban juga akan dibantu oleh mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Pantia kurban harus memperhatikan proses cara pemilihan hewan, merebahkan hewan, dan penanganan daging hewan kurban. Sebab masih ada panitia kurban yang kurang teliti dalam menjaga kebersihan proses penyembelihan,” tuturnya.

Suwandi juga menjelaskan jika kebiasan merokok dan tidak menggunakan alas yang bersih saat mengurus daging hewan kurban masih sering ditemukan.

“Guna memberikan keterampilan yang lebih baik, kami memberikan pelatihan, khusus bagi panitia kurban dan takmir masjid di Kabupaten Sleman,” katanya.

Sementar Bupati Sleman, Sri Purnomo sebelumnyatelah melakukan pemantauan hewan kurban di Pasar Hewan Gamping. Ketersediaan ternak di Kabupaten Sleman tahun 2017 untuk sapi mencapai 53.022 ekor, kambing 36.586 ekor dan domba 72.362 ekor. Sedang di Kabupaten Sleman sendiri terdapat sekitar 478 kandang kelompok ternak khususnya ternak sapi, kandang kelompok tersebut menyediakan ternak sapi potong untuk kurban.

Menurut Sri Purnomo, pemantauan hewan kurban dengan melakukan pemeriksaan fisik hewan dan dokumen/surat keterangan asal usul dan kesehatan hewan.

“Yang jelas selama beberapa tahun dilakukan pemantauan hewan kurban secara rutin , namun belum pernah ditemukan adanya ternak sapi yang harus dikarantina, ditolak ataupun diafkir karena penyakit hewan menular misalnya Anthrak, penyakit mulut dan kuku, dan lainnya,” kata Sri Purnomo.

Lokasi pemeriksaaan/pemantauan hewan kurban adalah lingkungan masjid/mushola, dan tempat lain yang digunakan untuk pemotongan hewan kurban.

Jumlah petugas pemeriksa/pemantau pemotongan hewan kurban tahun 2017 terdiri PNS Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan 70 petugas, THL Dinas P2K 11 petugas, kader kesehatan Hewan 69 petugas dan mahasiswa fakultas Kedokteran Hewan UGM sebanyak 50 petugas.(yve)