Ratusan PHL Pemda Kena PHK

554
Para PHL yang menerima surat PHK berkumpul di Kompleks PSG, Selasa (09/01/2018) malam membahas nasib mereka selanjutnya. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul secara mengejutkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) alias tidak memperpanjang kontrak terhadap ratusan Pekerja Harian Lepas (PHL) dari berbagai dinas/instansi. Surat PHK diserahkan di dinas masing-masing, pada Selasa (09/01/2018) sore usai apel menggunakan amplop tertutup yang dibagikan kepada masing-masing PHL.

Mendapati kenyataan tersebut, mayoritas merasa terkejut, terpukul bahkan banyak yang belum berani bercerita kepada keluarga masing-masing terkait kondisi yang ada. Apalagi soal PHK ini tidak ada kabar sebelumnya, kendati memang setiap akhir Desember mereka habis kontrak dan memperpanjang lagi.

“Saya sudah 9 tahun bekerja di sini. Saya kaget, terpukul dan tidak menyangka ada PHK seperti ini,” kata tenaga keamanan Kompleks Pasar Seni Gabusan (PSG) Agus Pramuji kepada koranbernas.id saat berkoordinasi dan berkumpul di PSG malam ini terkait PHK tersebut.

Dikatakan Agus, memang setiap tahun mereka memperpanjang kontrak kerja, dan baru tahun ini tiba-tiba tanpa ada informasi sebelumya langsung didepak begitu saja. Termasuk tidak ada informasi mengenai pesangon ataupun kompensasi dari Pemkab Bantul.

Baca Juga :  UP 45-Komunitas Sabang Distribusikan Bantuan untuk Korban Banjir Gunungkidul

Senada dikatakan tenaga adminsitrasi PSG, Saiful Maladi yang hingga malam hari ini belum berani bercerita kepada keluarga, terutama istrinya terkait surat PHK tersebut.

“Saya kaget sekali dan tidak menyangka,” kata bapak dua anak tersebut berkaca-kaca.

Saiful sendiri mengaku bekerja di PSG sudah sejak 9 tahun silam dan selalu bekerja dengan baik.

“Jadi saya juga tidak tahu kriteria seperti apa sehingga ada yang dipertahankan dan ada yang tidak,” paparnya.

Yang dia tahu pada pertengahan Desember lalu semua PHL di jajaran Pemkab Bantul menjalani psikotest di SKB Sewon secara bergiliran harinya. Total peserta tes 1.190 orang.

Demikian pula dengan Raras staf Dekranas yang sudah bekerja 11 tahun di bawah Dinas Perdagangan (dulu DisperindagKop).

Baca Juga :  Pencuri Beraksi di  Siang Hari

“Dulu kami juga pernah ada psikotest, tetapi saat itu diloloskan semua. Selama ini memang kami kontrak dan terhitung setiap 1 Januari kami menerima perpanjangan kontrak. Tetapi hari ini kami menerima surat PHK,” ungkapnya.

Dia juga mengaku bingung dengan kriteria penilaian seperti apa, sehingga seseorang dinyatakan lolos dan tidak lolos.

“Kami minta dasar penilaian dilakukan transparan,” tandasnya.

Sementara Ismantoro dari Kantor Satpol PP Bantul mengaku kaget setelah menerima surat PHK tersebut sejak dirinya bekerja.

“Saya tidak menduga kalau akan menerima surat PHK tersebut,” katanya.

Menurut dia dari 80-an PHL di lingkungan Satpol PP yang menerima PHK ada 35 orang. Sedangkan anggota DPRD Bantul dari FPDIP Yudha PW yang menemui para PHL yang di PHK mengatakan mengecam adanya kasus tersebut.

“Semestinya dibicarakan dulu atau taren. Jangan langsung main PHK,” imbuhnya.(yve)