Ratusan PKL Jogja Tak Mau Terseret Politik

35
Pertemuan PKL di Kota Yogyakarta Selasa (02/10/2018) di Hotel Neo Malioboro Yogyakarta. Mereka menyatakan netral pada pemilu 2019. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebagai bentuk dukungan agar pemilu aman dan damai, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Yogyakarta mengikrarkan bersikap netral dan independen pada pemilu serentak tahun depan.

Sebagai bentuk komitmen untuk meciptakan iklim demokrasi yang sehat, Direktorat Intelkam Polda DIY bersama ratusan PKL di Kota Yogyakarta menggelar silaturahim dan sosialisasi pemilu damai, Selasa (02/10/2018), di Hotel Neo Malioboro Yogyakarta.

“Ini sebenarnya arisan dan pertemuan rutin. Tapi, tiba-tiba kami ditawari oleh pihak Polda untuk menggelar sosialisasi pemilu damai. Pak Rahman (AKBP Faturrahman) bilang, sudah, besok acaranya di hotel saja.’ Kalau diajak begitu lha kami kan senang,” kata Wawan Suhendra, Ketua Paguyuban PKL Kota Yogyakarta kepada koranbernas.id.

Ratusan PKL yang berjualan di pusat-pusat perbelanjaan dan kawasan wisata di Yogyakarta itu tidak ingin terseret ke politik serta sepakat tetap netral dan independen selama pemilu.

Baca Juga :  Desa Lumbungrejo Maju ke Tingkat DIY

“Kami selalu mengimbau agar anggota tidak terprovokasi. Kami juga tidak pernah menggiring anggota memilih salah satu partai,” kata dia.

Wawan menyebutkan, paguyuban juga tak pernah mengarahkan anggotanya terlibat politik praktis. Dirinya hanya berharap pemimpin dan legislator yang terpilih benar-benar memperhatikan nasib PKL.

“Siapa pun yang terpilih nanti, harapan kami cuma, presidennya ikut perhatian terhadap kaki lima, (anggota) dewannya juga peduli terhadap kaki lima. Presidennya juga mengawal regulasi tentang kaki lima. Pokoknya, kami ingin PKL di Kota Yogyakarta ini dianggap keberadaaannya,” tandasnya.

Kasubdit II Ditintelkam Polda DIY AKBP Faturrohman menuturkan, Polda sebagai pemangku kepentingan di bidang kamtibmas berharap masyarakat umum, termasuk PKL, tidak terpecah belah akibat konflik horizontal yang timbul dari perbedaan pilihan politik.

Baca Juga :  Ingin Program Bayi Tabung, Tak Perlu ke Luar Negeri

“Menurut kami ya jangan gontok-gontokan, jangan ikut terprovokasi. Jangan ikuti hoak, jangan share hoak. Lain partai, lain pilihan boleh-boleh saja tetapi tetap satu saudara,” paparnya.

Pada pertemuan yang berlangsung hingga Selasa siang, seluruh anggota paguyuban PKL di Kota Yogyakarta juga diminta menangkal beredarnya kabar bohong, ujaran kebencian, kampanye hitam maupun kampanye negatif, terlebih lagi yang mengandung konten SARA.

Sekitar 120 pedagang juga menyatakan komitmen untuk tidak ikut dukung mendukung dalam pusaran kontestasi pilpres. (sol)