Ratusan Tukik Merangkak Tinggalkan Trisik

232
Bupati Hasto Wardoyo melepas tukik di Pantai Trisik. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo bersama Manajer PT PLN Area Yogyakarta, Eric Rossi Priya  Nugroho,  Rabu (25/10/2017) pagi, melepas tukik atau anak penyu di Pantai Trisik. Hasto pun terlihat senang kala mengamati anak penyu itu merangkak meninggalkan pantai tersebut.

Tukik itulah yang selama ini dirawat warga setempat bekerja sama dengan Fakultas Bologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta serta didukung pendanaan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Hari itu, ada 250 tukik dilepas ke laut dari habitatnya di Pantai Trisik wilayah Pedukuhan Sidorejo Desa Banaran Kecamatan Galur Kulonprogo.

Eric Rossi mengatakan, ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Kelompok Konservasi Penyu Abadi dalam upaya mengamankan, menyelamatkan dan merawat telur penyu hingga menetas dari bahaya predator, penjarahan maupun orang tidak bertanggung jawab.

“Penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,” katanya.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki pantai-pantai yang menjadi tempat pendaratan penyu untuk bertelur ataupun sebagai tempat mencari makan.

Baca Juga :  Dhimas Dhiajeng Promosikan Wisata Bantul

Berdasarkan pengamatan, terdapat lima spesies penyu yang pernah dijumpai yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys oliviacea) dan penyu hijau (Chelonia mydas).

Adapun penyu tampayan (Caretta caretta) dan penyu belimbing (Dermochelys coreacea) pernah dijumpai tetapi intensitasnya sangat jarang. “Trisik merupakan salah satu pantai yang sering menjadi tempat pendaratan dan peletakan telur penyu khususnya jenis penyu lekang,” kata dia.

Pendampingan dan pembinaan terhadap Kelompok Konservasi Penyu Abadi dilakukan sejak 2016. Pada 2017 diberikan bantuan senilai Rp 100 juta dalam bentuk pembangunan infrastruktur dasar, pendampingan manajemen sampah, pendampingan manajemen kelompok konservasi, serta pendampingan sarana informasi.

“Bantuan dan pendampingan akan berlanjut pada tahun berikutnya sesuai road map yang telah disusun dan disepakati bersama,” kata Eric.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN. Pantai di Kulonprogo sepanjang 24 km sangat terbatas dan banyak sekali gangguan ekosistem di sepanjang pantai.

Meski demikian, masih ada penyu-penyu yang mau bersarang di Pantai Trisik. Ini sangat berharga sekali karena sangat langka dan sangat terbatas.

Baca Juga :  Thek-thek Meriahkan Uji Publik DPS Pilgub Ini

“Dalam waktu dekat kalau kita tidak punya kepedulian terhadap ini, bisa habis ini, ketika ekosistemnya dirusak oleh kemajuan-kemajuan yang ada. Trisik ini harus kita pelihara sebaik-baiknya,” katanya.

Upaya yang dilakukan, salah satunya dengan mendukung kegiatan konservasi di Pantai Trisik yang membantu penetasan telur. Pada Juni sampai Agustus penyu-penyu bersarang di Kulonprogo.

“Kami dari pemerintah harus memperhatikan di bulan-bulan itu, membantu agar angka penetasannya tinggi. Hari ini kita senang karena angka penetasannya 95 persen,” katanya.

Tahun ini, Kelompok Konservasi Penyu Abadi menetaskan 400 telur penyu dari empat sarang. Tingkat penetasan mencapai 95 persen atau sekitar 380 telur yang menetas menjadi tukik. Dari jumlah itu 250 tukik dilepas.

Menurut Ketua Kelompok Konservasi Penyu Abadi, Jaka Samudra, tahun ini penyu yang bersarang menurun, yakni hanya empat sarang saja dibanding tahun lalu sekitar lima atau enam sarang.

Dulu, pihaknya usul ada 5 ha PAG untuk penangkaran pelestarian penyu. Namun tidak dikabulkan, karena areal akan ditambang pasir besinya. (sol)