Ratusan Warga Tulung Serbu ATM

177
Warga Desa Daleman saat mencairkan bantuan dana PKH di depan mesin ATM BNI Desa Ponggok Polanharjo, Senin (14/08/2017). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS, ID–Ratusan warga tidak mampu di 3 desa di wilayah Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten mencairkan bantuan dana program keluarga harapan (PKH) periode ketiga, Senin (14/8).

Bantuan dari kementerian sosial Republik Indonesia itu dicairkan melalui ATM BNI di Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo. Turut mendampingi petugas pendamping PKH Kecamatan Tulung, Tika.

Ditemui disela-sela antre di ATM BNI Ponggok, Tika mengatakan pencairan dana PKH tersebut adalah tahap ketiga di tahun 2017. Pada tahap ini warga menerima Rp 500 ribu.

“Ini adalah pencarian ketiga. Tiap warga menerima Rp 500 ribu. Dana ini untuk  bantuan sekolah dan lansia,” katanya.

Ditambahkan, total bantuan PKH yang diterima masing-masing keluarga dalam setahun Rp 1.890.000. Proses pencairan dilakukan 4 tahap per triwulan dengan rincian tahap pertama, kedua dan ketiga masing-masing Rp 500 ribu dan tahap empat sebesar Rp 390 ribu.

Baca Juga :  Tragisnya Kisah Pembuang Bayi, Bersalin Sendirian dan Diaku Dibuang

Sebelumnya kata Tika, pencairan dana PKH dilakukan melalui kantor pos di kecamatan masing-masing. Tetapi sudah beberapa kali ini, pencairan dilakukan melalui ATM.

Ke-265 warga Tulung penerima dana PKH Kemensos tersebar di Desa Daleman, Cokro dan Pucang Miliran. Diawal-awal pencairan lewat mesin ATM memang ada kesulitan yang dihadapi warga. Ini lantaran mereka belum paham penarikan uang lewat mesin ATM. Namun setelah mempelajari dan latihan menggunakan ternyata warga sudah lancar menggunakan ATM.

Sementara itu, Ny Murah salah satu warga Dukuh Bendo, Desa Daleman, Kecamatan Tulung yang ditemui di lokasi  merasa bersyukur atas bantuan itu. Sebab bantuan itu bisa digunakan untuk biaya sekolah anaknya yang masih sekolah di SMK Boyolali.

Baca Juga :  Gandung Siap Lepas Baju Pimpin Demo

Senada dikemukakan Bu Marjana. Kepada koran ini dia mengatakan bantuan itu akan digunakan untuk membeli sepatu sang anak yang masih sekolah di SMK Negeri Tulung. (masal gurusinga/sm)