Rekomendasi Pansus I Hari Jadi Kebumen Seragam Usulan Eksekutif

259

KORANBERNAS.ID — Setelah mengadakan public hearing, Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kabupaten Kebumen mengadakan rapat finalisasi Pansus I. Rapat Finalisasi itu, sebagian besar anggota Pansus II sepaham, Hari Jadi Kabupaten Kebumen. 21 Agustyus 1629. Kesepaham itu menjadi rekomendasi Pansus yang akan disampaikan kepada DPRD Kabupaten untuk dibahas dalam rapat paripurna DPRD Kebumen rapat persetujuan Hari Jadi Kabupaten Kebumen.

Ketua Pansus I DPRD Kebumen H Miftahul Ulum, Senin (30/4/2018) mengatakakan, kesepahaman itu memang tidak bulat, tapi lonjong. Harapan peserta public hearing yang menginginkan ada voting untuk menentukan salah salah satu dari 3 opsi Hari Jadi Kabupaten Kebumen, bisa disampaikan dalam kata akhir fraksi. Kata akhir fraksi bagian dari voting. Fraksi bisa setuju atau tidak setuju dengan hari jafi yang diusulkan eksekutif

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hari Jadi Kabupaten Kebumen belum mengerucut ke tanggal, bulan dan tahun yang diusulkan eksekutif. Pemkab Kebumen. Masih ada 3 opsi yang bisa dijadikan dasar Hari Jadi Kabupaten Kebumen. Ketiga opsi itu berdasarkan sejarah lokal dan dokumen sejarah Kolonial Hindia Belanda

Hal itu terungkap pada public hearing Raperda Hari Jadi Kabupaten Kebumen, yang diselenggarakan Pansus I DPRD Kabupaten Kebumen, Kamis (26/4/2018). Public hearing yang dipimpin Ketua Pansus I Miftahul Ulum dilaksanakan untuk memberi kesempatan narasumber menyampaikan hasil penelitian dan mendapatkan masukan dari tokoh masyarakat di Kabupaten Kebumen.

Baca Juga :  Berkurban Bisa Lewat Ojek Online

Dalam Raperda Hari Jadi Kabupaten Kebumen yang disampaikan eksekutif disebutkan Hari Jadi Kebumen 21 Agustus 1629. Hari Jadi itu digunakan, berdasarkan informasi sejarah lokal yang menyebutkan Ki Bodronolo, asal Panjer Kebumen membantu logistik pasukan Mataram ketika menyerang pemerintah Hindia Belanda di Batavia. Peran Ki Bodronolo ini, yang dinilai mengandung nilai historis dan heroik.

Aprianus Salam, Peneliti Pusat Studi Kebudayaan UGM, Teguh Purwanto dan Agung Kriswanto, keduanya dari Perpustakaan Nasional mengatakan, ada 3 sumber sejarah yang bisa menjadi opsi. untuk menetapkan Hari Jadi Kabupaten Kebumen. Sejarah Ki Bodronolo, salah satu sumber sejarahnya dari Babad Tanah Jawi.

Opsi lain peran Ki Bumidirjo. Hal ini diyakini oleh sebagian masyarakat sebagai cikal bakal penamaan Kebumen. Ki Bumidirjo, disebut sebagai adik Sultan Agung Hanyakrakusumo yang pergi dari Mataram dan menetap di Kebumen pada tahun 1859. Kepergianya karena bertentangan dengan keponakan Sunan Amungkurat I. Peristiwa Ki Bumidirjo, tercatat dalam Babad Sengkala.

Opsi ketiga, keberadaan peran Arungbinang IV, Bupati Kebumen I, yang berhubungan dengan Kebumen. Tercatat dalam sumber sejarah lokal dan sumber sejarag kolonial. Ada usulan penggantian nama untuk Kabupaten Brengkelan menjadi Purworejo, Semawung menjadi Kutoarjo, Ungaran menjadi Kebumen dan Karangduhur menjadi Sedayu. Usulan itu ada 20 April 1830.

Baca Juga :  Ingin Produksi Air Kemasan? Latoya  Punya Buku Panduannya

Pusat Studi Kebudayaan UGM dan Perpustakaan Nasional, menyatakan tidak untuk menetapkan salah satu dari ketiga opsi itu sebagai Hari Jadi Kabupaten Kebumen. Kedua lembaga itu menyerahkan kepada DPRD Kebumen untuk menetapkan Hari Jadi Kabupaten Kebumen berdasarkan bukti sejarah.

Jarot Widodo. Warga Karangsambung, Susilo, Camat Sadang, serta Bambang Nurcahyo, warga Ambal sependapat Hari Jadi Kebumen 21 Agustus 1629. Bambang Priyambodo, Camat Ayah, warga Gombong, secara tersirat tidak yakin Hari Jadi Kebumen pada 21 Agustus 1629.

Sedangkan H Mahrur Adam Maulana, warga Mirit, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen malahan meminta kepada Pansus I DPRD Kebumen untuk voting dalam menentukan Hari Jadi Kabupaten Kebumen.

Pansus I, menurut Miftahul Ulum, tidak dalam kedudukan untuk sepakat atau tidak sepakat dengan Hari Jadi Kebumen yang diusulkan Pemkab Kebumen. Karena itu public hearing dilakukan. Pansus I berharap tidak ada perpecahan di masyarakat, karena perbedaan Hari Jadi Kebumen (advetorial)