Rekomendasi Pembelian Solar Sepi Pemohon

125

KORANBERNAS.ID — Permohonan rekomendasi pembelian bakar bakar minyak (BBM) solar di Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Klaten berkurang dibanding beberapa pekan lalu.

Salah satu penyebabnya karena musim panen telah berlalu dan BBM subsidi hanya jenis solar.

“Pada saat musim panen pasti banyak yang mengajukan rekomendasi. Tapi karena ini sudah tidak ada panen ya sepi sekali,” kata Mursidi, Kepala Bidang Perdagangan Disdagkop UKM.

Mursidi menjelaskan pemohon yang mengajukan rekomendasi umumnya petani untuk keperluan hand tractor dan usaha penggergajian kayu.

Namun karena kondisinya sepi maka dalam sehari rata-rata yang mengajukan rekomendasi antara 5 hingga 6 pemohon saja.

Bagi warga yang ingin mengajukan permohonan rekomedasi pembelian solar harus membawa surat pengantar dari desa setempat yang dilampiri fotokopi KTP.

Baca Juga :  Qurban Nusantara Atasi Kekurangan Daging

Setelah persyaratan itu lengkap Dinas Perdagangan akan menerbitkan rekomendasi pembelian di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum).

“Meskipun ada rekomendasi dari kami namun pembelian hanya dibatasi 30 liter,” ujar mantan Kasi Perencanaan Disdagkop UKM itu, Jumat (25/05/2018).

Kasi Perdagangan, Dewi Wismaningsih, kepada koranbernas.id mengatakan solar merupakan BBM subsidi maka pembeliannya juga dibatasi.

“Sehari hanya dibatasi bisa beli 30 liter. Kalau mesinnya butuh solar skala besar katakanlah 100 liter per hari, itu bukan usaha kecil lagi dan tidak dapat subsidi lagi,” kata Dewi.

Edy, salah seorang penebang kayu di Desa Gombang Kecamatan Cawas mengatakan dirinya tetap butuh solar untuk mesin yang digunakan.

Baca Juga :  Sukamto Pimpin Pengprov TI DIY

Karenanya dia tetap butuh rekomendasi dari Dinas Perdagangan. “Setiap kali nebang pohon tetap pakai mesin dan butuh solar juga,” kata bapak tiga orang anak ini. (sol)