Rekonstruksi Batal, Pemeliharaan Jalan Selatan Sulit

391
Jalan melendut masih menjadi masalah kerusakan jalan nasional di jalur selatan Jateng, seperti nampak di lingkar selatan Kota Kebumen, Selasa (16/01/2018). (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Rencana rekonstruksi jalan nasional jalur selatan Jateng dibatalkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU–PR), pada awal tahun anggaran 2017. Akibatnya pemeliharaan jalan nasional di tiga kabupaten sepanjang 137 km tak optimal karena tidak tersedianya anggaran yang dikelola Direktorat Bina Marga Kementerian PU – PR.

Hal itu dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 11, pada Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional Vll Jateng Farman Ali kepada wartawan di Kebumen, Selasa (16/01/2018). Pejabat Pembuat Komitmen 11 bertanggung jawab pemeliharaan dan rekonstruksi jalan nasional jalur selatan Jateng di Kabupaten Banyumas, Kebumen serta Purworejo, yang berbatasan dengan DIY di Karangnongko, Kulonprogo.

Farman Ali kepada koranbernas.id menjelaskan, program rekontruksi jalan nasional di jalur selatan Jateng masuk dalam program Perfomance Based Contract (PBC), program yang melibatkan pihak ketiga untuk rekontruksi dan pemeliharaan jalan. Program dengan rencana anggaran awal Rp 1,5 triliun ini dibagi 2 tahap. Tahap pertama selama 5 tahun masa rekontruksi, termasuk pelebaran jalan sepanjang 137 km, dan tahap kedua masa pemeliharaan 5 tahun berikut.

“Program PBC dilaunching tahun 2015,“ katanya.

Setelah diluncurkan kemudian dilanjutkan dengan proses lelang. Lelang diselenggarakan sebanyak 3 kali, namun gagal menentukan pemenang lelang. Sehingga pada Februari 2017, diputuskan program PBC dibatalkan. Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) peserta lelang program ini.

Menurut Farman Ali, akibat keputusan pembatalan diawal tahun anggaran 2017 mengakibatkan tidak tersedianya aanggaran yang cukup untuk rekontruksi dan pemeliharaan jalan nasional. Sehingga pemeliharaan jalan nasional, terkesan hanya tambal sulam selama tahun 2017.

Tahun anggaran 2018, Kementerian PU-PR sudah mengalokasikan anggaran untuk rekonstruksi sebagian jalan nasional Jateng selatan. Ada 2 paket pekerjaan, yakni Wangon-Tambak (Banyumas) sepanjang 14 km dengan pagu anggaran Rp 150 miliar dan paket Banyumas – Karangnongko. Juga sepanjang 14 km dengan pagu anggaran Rp 214 miliar. Di beberapa tempat, akan direkonstruksi dan dilebarkan dengan konstruksi beton.

Kepala Bagian Humas Pemkab Kebumen Sukamto yang mendampingi Farman Ali mengatakan, masih banyak masyarakat yang beranggapan, pemeliharaan seluruh jalan, termasuk jalan nasional di Kabupaten Kebumen menjadi tanggung jawab Pemkab Kebumen. Belum pahamnya sebagian masyarakat, soal tugas dan kewenangan pemeliharaan status jenis jalan, Pemkab Kebumen sering disebut kurang tanggap akan kerusakan jalan. (yve)