Rektor UIN Ingatkan Tugas Jaga NKRI

282
Rektor UNI Sunan Kalijaga Yogyakarta Demikian dikatakan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. mewisuda para lulusan. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Setiap anak bangsa yang hidup di bumi pertiwi ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah menjadi konsensus bersama: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai institusi perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia siap berada di garda terdepan untuk membela dan menjunjung empat pilar bangsa tersebut, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian dikatakan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. saat mewisuda 707 lulusan dari program Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3) di gedung Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (21/02/2018).

K.H. Yudian Wahyudi, menjelaskan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus melakukan berbagai ikhtiar untuk menjaga empat pilar bangsa. Diantaranya, mensosialisasikan kehidupan toleransi yang menghargai setiap perbedaan di masyarakat, dan mengimplementasikan Islam yang rahmatan lil’alamin.

“Ikhtiar itu antara lain dengan mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara (PSPBN) yang di-launching tahun 2017 oleh Ketua MPR RI Dr. (HC) Zulkifli Hasan dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal TNI (Purn.) Wiranto,” tutur Yudian.

Lebih lanjut Yudian menegaskan melalui PSPBN, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggali kembali nilai-nilai filosofis, historis, dan sosio-antropologis Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa, melakukan kontekstualisasi nilai-nilai Pancasila agar selalu hidup dan menyinari kesadaran dan perilaku masyarakat Indonesia, dan melakukan counter ideologi atas berbagai kelompok yang berupaya mendelegitimasi Pancasila.

Sementara secara akademik, untuk memenuhi harapan pengguna (stakeholders) di tengah era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan penguatan penjaminan mutu melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang telah didirikan sejak tahun 2007. Di bawah koordinasi LPM yang didukung kerja keras dan soliditas semua unit, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan nilai “A” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sebagian besar Program Studi (Prodi) telah terakreditasi A, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menjadi anggota ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) sebagai satu tahapan untuk mendapatkan akreditasi internasional, untuk selanjutnya menuju keWorld Class University.

“Tahun depan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan mengajukan reakreditasi institusi (APT), untuk mempertahankan akreditasi institusi “A”. Untuk itu, kami sedang menyiapkan diri agar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mampu mempertahankan nilai akreditasi institusinya tetap A. Sedangkan yang lain, kita harapkan juga terus meningkatkan kualitasnya,” kata Yudian.

Dalam rangka mematangkan seluruh proses akreditasi tersebut, LPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta baru saja menyelenggarakan “Workshop Penyusunan Borang Akreditasi Perguruan Tinggi (APT)”. Workshop ini tidak hanya diikuti tim penyusun borang reakreditasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melainkan juga peserta dari LPM Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) seluruh Indonesia. Antusiasme peserta dari seluruh Indonesia ini menunjukkan posisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menjadi contoh bagi PTKIN lainnya dalam hal penjaminan mutu dan pencapaian akreditasi. Dari sisi menajemen

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama, Drs. H. Maskul Haji, M. Pd.I. menyampaikan, pada wisuda periode II T/A 2017/2018 kali ini sejumlah 707 yang diwisuda.

Sampai dengan wisuda ini, jumlah lulusan atau alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adalah 56.872 orang, 575 orang di antaranya bergelar Doktor, dan 4.910 bergelar Magister

Jika dilihat dari IPK, pada wisuda kali ini 93% wisudawan dengan IPK 3.01-3.50, IPK 3.51-4.00 atau cumlaude (43,03%), dan IPK. 2.76-3.00 (2,04%).(Yve)