Rel KA ke NYIA Siap Dibangun

1190

KORANBERNAS.ID — Proses tahapan pembangunan rel kereta api PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna mendukung keberadaaan New Yogyakarta International Airport (NYIA) saat ini terus berjalan. Saat ini memasuki tahapan pemetaan mengenai titik titik lokasi tanah yang aian dipakai.

Humas PT KAI Daops VI Jogja, Eko Budiyanto menuturkan, tahapan pembangunan rel kereta NYIA ini masih terus berlangsung dan memasuki tahapan pemetaan. Pengukuran di lapangan belum berlanjut, karena detil pemetaan nemang tengah diproses. Namun rel pendukung NYIA itu telah dipastikan akan dibangun.

“Kami menunggu realisasi pembangunan fisik NYIA mencapai 75 atau 80 persen, baru rel ini dimulai. KAI tidak sendirian, melainkan bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI dan PT Angkasa Pura I juga,” ujar Eko kepada wartawan, Minggu (12/11/2017).

Rel kereta api bandara NYIA akan mulai dari Stasiun Kedundang yang sekarang bangunannya masih ada, meski sudah lama tidak berfungsi. Dari Stasiun Kedundang akan melintasi wilayah desa Kulur Kalgintung Kalidengen dan Glagah. Seperlima wilayah terdampak pembangunan jalur rel kereta api terintegrasi NYIA di Desa Kalidengen, merupakan tanah bengkok.

Baca Juga :  Para Gadis Perlu Pahami Ini

Kepala Desa Kalidengen, Sunardi mengatakan bahwa, wilayah desa yang kemungkinan terkena jalur rel itu merupakan lahan persawahan. Da belum bisa menyebutkan jumlah pasti lahan terdampak pembangunan jalur rel, karena sampai sekarang belum ada sosialisasi maupun penetapan lokasi pembangunan rel, baik dari PT Angkasa Pura I maupun pihak terkait lainnya.

Namun Sunardi memperkirakan ada sekitar lebih dari satu kilometer lahan di Kalidengen, masuk menjadi jalur rel kereta menuju NYIA, dari Stasiun Kedundang.

“Untuk luasan tanahnya, belum diketahui secara persis, peta geografis juga belum ada. Jadi kami masih belum bisa mengajukan pendataan tanah yang terkena proyek rel,” katanya

Ditegaskannya, pemerintah desa mendukung proyek nasional tersebut. Sunardi menambahkan, jajarannya tidak bisa menentukan harga ganti rugi lahan terdampak proyek, imbuh dia. Mengingat, proses pembebasan lahan tentunya akan melibatkan tim appraisal. Hanya saja, diperkirakan harga tanah di Kalidengen memiliki nilai Rp600.000 hingga Rp700.000 per meter, pada saat ini.

Baca Juga :  Kota Tanpa Kumuh Karangwaru Juara Nasional

Sementara Kepala Desa Kedundang, Abdul Rosyid mengatakan, tidak ada lahan desanya yang terkena proyek rel KA menuju NYIA. Sepengetahuan dirinya, rel KA akan dibuat dua jalur. Membentang dari Stasiun Kedundang ke lokasi calon stasiun tujuan, yang berada di salah satu perdusunan di wilayah Desa Glagah.

“Stasiun Kedundang itu lokasinya diperbatasan dengan Desa Kulur. Dipinggir desa kami, sehingga tidak ada tanah Kedungdang yang terdampak rel kereta bandara nanyinya,” imbuh Abdul Rosyid.(yve)