Rela Antre Demi Skrining Glaukoma Gratis

287
Dokter Erin Arsianti memimpin pemeriksaan Screening Glaukoma Gratis, Rabu (14/03/2018), di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id).

KORANBERNAS.ID – Sejumlah warga rela antre, Rabu (14/03/2018), saat mengikuti skrining glaukoma gratis. Satu per satu para pasien yang rata-rata lanjut usia (lansia) itu kemudian beranjak dari tempat duduknya sesuai nomor urut pendaftaran. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan oleh tim dokter dari Rumah Sakit Mata “Dr Yap”.

Kegiatan Screening Glaukoma Gratis yang berlangsung di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta itu merupakan bagian dari peringatan World Glaucoma Week (WGW) 2018 yang diselenggarakan rumah sakit yang beralamat di Jalan Cik Di Tiro No 6 Yogyakarta tersebut.

Tim yang dipimpin dokter Erin Arsianti Sp M M Sc selaku Ketua Panitia WGM 2018 yang juga dokter spesialis mata subdivisi glaukoma, memeriksa para pasien dengan peralatan oftalmoskop atau endoskopi.

Tim medis memeriksa pasien saat digelar Screening Glaukoma Gratis di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Mereka diperiksa langsung oleh dokter spesialis mata, dibantu oleh dokter residen serta perawat. Dilibatkan pula kader kesehatan dari wilayah itu. Segala keluhan pasien dicatat kemudian diberikan semacam resep atau rujukan.

“Pemeriksaan ini gratis dan diikuti masyarakat umum dengan kuota 100 peserta. Jika ada peserta ditemukan glaukoma dan memerlukan pemeriksaan lanjutan akan diperiksa di RS Mata “Dr Yap” pada 20 Maret 2018. Kami juga menyediakan 6 kuota operasi trabekulektomi gratis untuk penderita glaukoma tidak mampu dan non BPJS,” ungkap dokter Erin Arsianti.

Kepala Puskesmas Gondokusuman I  Yogyakarta, dokter Ani Mufidah Sari, merasa bersyukur digelarnya acara tersebut. Selain bermanfaat bagi masyarakat, para tenaga medis di Puskesmas ini juga bertambah ilmunya.

Alhamdulilah, ada lima dokter umum di Puskemas ini bisa dilatih oleh dokter spesialis mata sehingga terampil menggunakan peralatan kesehatan,” tuturnya kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, Puskesmas Gondokusuman I merupakan satu dari tiga Puskesmas binaan Rumah Sakit Mata “Dr Yap”. Puskesmas yang memiliki 66 kader Prolanis ini cakupan wilayah layanannya tergolong luas.

Selain itu, juga tercatat memiliki banyak pasien penderita penyakit tidak menular, rata-rata berusia 40 tahun ke atas. Ditambah lagi, kasus penyakit diabetus melitus dan hipertensi di Gondokusuman ini tercatat tinggi.

Dokter Erin dan dokter Eni berdialog di sela-sela kegiatan Sreening Glaukoma Gratis.

Dokter Ani menambahkan, skrining seperti ini penting supaya bisa meminimalkan kebutaan karena glaukoma.

Seperti diketahui, glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di hampir seluruh dunia serta menjadi penyebab kebutaan permanen nomor satu terbesar di dunia.

Umumnya masyarakat tidak banyak mengetahui tentang glaukoma karena  penyakit ini kalah populer dengan katarak.

Itu sebabnya glaukoma sering disebut si pencuri penglihatan, karena rata-rata penderita telat berobat ke rumah sakit, tahu-tahu sudah mengalami kebutaan permanen dan tidak dapat diperbaiki (irrevisible). (sol)