Rela Tak Jajan Demi Atasi Kekeringan

288
Bantuan air siswa SMP Kanisius Wonosari diserahkan di Tepus, Sabtu (2/9/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Puncak kemarau berdampak kurangnya ketersediaan air bersih masyarakat desa di wilayah pinggiran di Kabupaten Gunungkidul. Siswa SMP Kanisius Wonosari menggalang dana untuk program peduli melalui pengiriman air bersih masyarakat, Sabtu (2/9/2017).

Ada yang menarik dari program droping air ini. Dana yang terkumpul diperoleh dari uang saku siswa sendiri. Para murid dalam sepekan kedepan rela menahan tidak jajan demi program kepedulian sesama dapat berjalan. Ada sebanyak 12 tangki air bersih disalurkan masyarakat di desa Blekonang, Kecamatan Tepus. Droping air akan terus berlanjut di beberapa titik di tahap kedua yang akan dilaksanakan.

“Program sosial OSIS ini kami respon karena sebagai gerakan yang memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami suport penuh kegiatan anak-anak didik kami,” kata Kepala SMP Kanisius, Yohanes Nugraha disela kegiatan droping berlangsung.

Menururnya, gagasan kegiatan peserta didiknya cukup insidental. Namun karena sesuai konsep dan visi sekolah kanisius cerdas berkarakter, peduli sesama dan lingkungan pihak guru, karyawan dan wali murid akhirnya ikut terlibat. SMP Kanisius Wonosari melakukan koordinasi dengan pihak BPBD Gunungkidul untuk melihat wilayah prioritas dan menghindari tumpang tindih program droping.

Baca Juga :  Nenek Renta Selamat dari Reruntuhan

Elisabeth Aria Noventi, pendamping siswa untuk program droping air bersih, mengatakan, kegiatan jugaenjadi ajang melatih siswa agar semakin peka dan kepedulian terhadap lingkungannya.

“Harapan kami semangat bela rasa ini biaa sedikit meringankan beban saudara kita yang memang memerlukan air si wilayah Blekonang Tepus,” ujarnya.

Paguyuban alumni juga tidak tinggal diam melihat program inisitif para siswa SMP Kanisius untuk turut terlibat. Perwakilan alumni, Aloysius Danang Mujianto, menyatakan telah menyiapkan agenda droping air tahap ketiga SMP Kanisius Wonosari untuk wilayah Baran dan Girisubo.

Menurutnya, telah dilakukan koordinasi dan pengamatan lapangan dengan melibatkan aparat pemerintah desa setempat untuk memastikan program droping tepat sasaran. “Data yang kami terima dari pemerintah desa di Girisubo ada 42 KK yang prioritas sebagai penerima karena rata-rata telah membeli lebih dari tiga kali dari swasta,” ungkap Danang usai koordinasi dengan posko BPBD Gunungkidul.

Baca Juga :  NU Gunungkidul Kutuk Aksi Teror Bom

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Budhi Harjo, mengakui ada beberapa wilayah yang memang masih terdampak menipisnya stok ketersediaan air bersih akibat kemarau panjang ini. Ia berharap, koordinasi dengan Pemkab Guningkidul mutlak harus dilakukan semua kelompok masyarakat yang hendak menyelenggaran kegiatan sosial droping air untuk menghindari tumpang tindih program droping pemkab yang masih terus berjalan.

Sebelumnya, Wahyu Dwi Prasetya mewakili umat kristen di Gunungkidul menggelar kegiatan sosaial serupa. Sebanyak 45 tanki telah selesai dikirim untuk warga masyarakat umum di wilayah Panggang.(yve)