Relawan BPBD Nekat Bongkar Tembok Penutup Pintu Air Bendung Soka

292
Relawan BPBD Klaten membongkar tembok penutup pintu air bendung Soka Karangdowo.(masa gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Puluhan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan BSDA Bengawan Solo membongkar tembok yang menutup dua pintu air bendung Soka Kecamatan Karangdowo. Pembongkaran tembok penutup pintu air tersebut dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi pintu air sebagai pengatur irigasi

Menyusul dibongkarnya tembok penutup pintu air tersebut, warga yang tinggal di bagian hulu khususnya di Desa Pogung dan Desa Gombang menyambut positif. Sebab pembongkaran itu sudah lama sekali diusulkan ke dinas terkait namun selalu gagal.

“Kami senang semua pintu air bendung Soka kembali berfungsi normal. Sebelumnya desa sudah usul untuk dibongkar tetapi selalu tidak jadi,” kata Edy, warga Desa Pogung Cawas.

Baca Juga :  Tak Berijin, Pembangunan Tower Dilaporkan

Karena tembok penutup pintu air tidak jadi dibongkar maka setiap turun hujan bencana banjir selalu melanda wilayah Desa Pogung dan Gombang.

Tidak tanggung tanggung karena banjir tidak hanya melanda lahan pertanian tetapi juga rumah warga. Warga Desa Pogung telah mendesak dinas terkait untuk mengembalikan fungsi awal bendung Soka namun tidak ada pernah ada tanggapan.

Kepala Desa Pogung Joko Windoyo menyambut positif pembongkaran tembok penutup dua pintu air bendung Soka. Dia berharap dengan dibongkarnya tembok penutup pintu air itu maka bencana banjir yang selalu melanda Pogung sudah tidak terjadi lagi.

“Dari dulu kami sudah minta agar fungsi bendung Soka dikembalikan. Artinya semua pintu air yang berjumlah empat bisa difungsikan. Selama ini yang berfungsi kan cuma dua pintu air saja. Jadi kalau turun hujan ya dua pintu air saja yang berfungsi sedangkan dua pintu air tidak bisa dibuka. Sehingga kalau turun hujan wilayah Pogung pasti banjir karena Kali Mlese atau Kali Cina meluap,”ujarnya.

Baca Juga :  Jalur Semarang-Solo Macet Total

Terakhir kali, wilayah Pogung kebanjiran pada Kamis (16/11). Banjir terjadi karena kiriman dari hulu berupa sampah dan lumpur di Kali Mlese dan Kali Trucuk. (SM)