Relawan Diminta Jaga Kesehatan

232
Pimpinan dan anggota Komisi A DPRD DIY berkoordinasi dengan jajaran BPBD DIY, Kamis (30/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Para relawan serta petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY maupun kabupaten/kota, diminta menjaga kesehatannya. Hal ini penting mengingat mereka berada di lapangan siang dan malam membantu masyarakat korban bencana.

Imbauan ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, saat berkoordinasi di Kantor BPBD DIY, Kamis (30/11/2017).

Menurut Eko Suwanto, Gubernur DIY diharapkan ikut memperhatikan kesehatan para relawan, sebab mereka ujung tombak penanganan bencana. Sedangkan kekuatan fisik manusia pasti ada batasnya.

“Kami  menjamin dan percaya para relawan ini jujur semua. Relawan yang aneh-aneh, bisa kualat tujuh turunan,” ujarnya sambil berkelakar.

Komisi A DPRD DIY memberikan dukungan penuh kepada BPBD DIY mengkonsolidasikan seluruh potensi penanggulangan bencana akibat efek siklon Cempaka ke daerah terdampak di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Di wilayah yang terdampak bencana,  pelayanan kesehatan yakni rumah sakit dan puskesmas diminta buka 24 jam. Selain itu, kebutuhan air bersih dan air minum juga harus tersedia cukup. PDAM dan Dinas Sosial di masing-masing wilayah harus bersiap menyalurkan air bersih.

Baca Juga :  Ingin Selfie 3 Dimensi? Datanglah ke Sedayu

“Sudah ada pedoman penanganan kebencanaan, kita berikan dukungan penuh untuk operasional.  Kita ingatkan agar kebutuhan dasar para korban terpenuhi, air bersih juga layanan kesehatan harus tersedia. Termasuk mobil toilet umum dan kamar mandi,” kata Eko Suwanto.

Relawan menurunkan bantuan di Posko Kebonagung Bantul. Komisi A DPRD DIY mengingatkan Pemda DIY agar memperhatikan kesehatan para relawan. (istimewa)

Kunjungan kerja Komisi A DPRD DIY ke BPBD DIY dilanjutkan mengunjungi lokasi pengungsian di Kebonagung Imogiri Bantul kali ini diikuti pula wakil ketua dan sekretaris Sukarman dan Agus Sumartono serta dua orang anggota Komisi A yaitu Edi Susila dan Albani.

Eko Suwanto menyatakan, secara umum koordinasi antar lembaga sudah berjalan baik terkait alur distribusi tugas dan logistik ke para korban terdampak bencana. “Bagi masyarakat yang ingin membantu silakan berkoordinasi dengan BPBD DIY,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Komisi A DPRD DIY juga menerima aspirasi masyarakat terkait kesiapan anak-anak sekolah yang akan menghadapi ujian, sementara ruang kelas rusak dan sebagian anak-anak tinggal di pengungsian.

“Kita harap Pemda mengambil langkah strategis taktis dan cepat mengatasi masalah ini. Pada prinsipnya DPRD mendukung Pemda untuk menggerakkan seluruh sumber daya manusia, dana dan tenaga baik dari pemerintah daerah maupun swasta. Kita percaya dengan kerja keras, kerja sama yang baik dan gotong royong, kita akan selesaikan masalah dalam waktu yang cepat dan tepat,” tambahnya.

Baca Juga :  Status Merapi Waspada, Tiga Ribu Warga Pakem Dievakuasi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno menjelaskan langkah penangangan bencana di masa tanggap darurat menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Sedangkan koordinasi penanganan bencana secara terpusat dilakukan di Pusdalops BPBD DIY dengan stake holder terkait, mulai dari distribusi logistik sampai tenaga relawan.

“Koordinasi  penanganan dampak bencana di kabupaten dan kota di DIY terkelola baik, jika intensitas siaga banjir dan tanah longsor terjadi, maka bisa dioptimalkan belanja tidak terduga untuk penanganan kedaruratan,” kata Krido.

Eko Suwanto menambahkan, Komisi A DPRD DIY berkomitmen mendukung langkah penanganan risiko bencana. Pada APBD 2018 disepakati akan dijalankan program untuk 30 desa tangguh bencana 2018. Sebelumnya di tahun 2017 sudah berjalan 31 titik program desa tangguh bencana.

Saat ini sudah ada 187 desa dan kelurahan tangguh bencana dan ditargetkan tahun 2023 seluruh desa dan kelurahan se-DIY tangguh menghadapi bencana. (sol)