Remaja Pelaku Pembacokan Terancam 15 Tahun Penjara

163
Kapolresta Yogyakarta AKBP Armaini menjelaskan kronologi kasus penganiayaan yang melibatkan dua orang pelajar sebagai pelakunya. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Berdasarkan sejumlah bukti dan keterangan saksi, aparat kepolisian berhasil membekuk dua pelaku penganiayaan berat atau pembacokan terhadap mahasiswa UGM, Dwi Ramadhani Herlangga, yang terjadi Kamis (07/06/2018) dini hari. Kedua pelaku yang ternyata masih remaja itu ditangkap di dua tempat berbeda.

Direktur Ditreskrim Umum Polda DIY Kombes Polisi Hadi Utomo mengatakan, penangkapan itu merupakan hasil kerja tim gabungan yaitu Satgas Resmob Progo Sakti Polda DIY dan Satreskrim Polresta Yogyakarta.

Kedua tersangka pembacokan yang menyebabkan Dwi Ramadhani Herlangga meninggal dunia berinisial MWD (16), warga Blunyahrejo Kelurahan Karangwaru Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta dan AYT (19), warga Badran Bumijo Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta.

“Ini merupakan operasi gabungan dari Polresta, Polsekta Gondokusuma dan tim kami, Resmob Progo Sakti,” katanya Sabtu (09/06/2018).

Kapolresta Yogyakarta AKBP Armaini menyatakan, motif AYT dan MWD melakukan pembacokan ternyata hanya karena dilatari persoalan sepele.

Tersangka utama AYT yang melakukan pembacokan mengira korban Dwi Ramadhani sosok yang menyerang pelaku beberapa pekan sebelumnya.

Baca Juga :  Ambulans UNY Kini Sudah Bisa Direm

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengaku sempat terlibat perkelahian dengan geng pelajar sebuah sekolah. Namun sayangnya, Kapolresta menjelaskan, tersangka ternyata salah sasaran.

“Pelaku sempat menceritakan, beberapa pekan sebelumnya, dia pernah dilukai oleh seseorang pakai gir motor. Yang dia tandai cuma jenis motor sama warna motor,” kata Armaini, Senin (11/06/2018), saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta.

Ketika rombongan korban yang saat itu hendak membagikan makan sahur, tersangka AYT kembali teringat jenis dan warna motor yang sama dengan kendaraan seseorang yang menyerang pelaku tiga pekan silam.

“Pelaku mengatakan, jangan-jangan ini orang yang pernah melukai saya. Langsung dikejar dan dipepet, tanpa bertanya dulu, main hantam. Akhirnya dia sekarang menyesali, padahal yang dulu (penyerang pelaku) juga tidak kenal wajahnya,” kata dia.

Meski masih di bawah umur dan salah sasaran, AKBP Armaini menegaskan, pihaknya tetap akan menindak tegas para pelaku.

Baca Juga :  Membangun Kebersamaan, PC GKBI Gelar Jalan Sehat

Kedua tersangka yang baru saja lulus dari bangku pendidikan SMP dan SMA itu terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Pasal yang disangkakan adalah pasal 351 ayat 3 KUHP untuk tersangka AYT. Untuk tersangka MW yang membantu korban, kami kenakan pasal 351 ayat 3 KUHP juncto pasal 56 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Kapolresta.

Korban Dwi Ramadhani Herlangga mendapat luka bacokan pada Kamis dini hari saat hendak membagikan makan sahur kepada fakir miskin di perempatan Jalan C Simanjuntak Kelurahan Terban Kota Yogyakarta.

Bersama empat rekannya, korban sebelumnya sempat menyambangi beberapa tempat untuk membagikan makanan sahur kepada pemulung, pengemudi becak dan tunawisma.

Kematian korban yang merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Inggris itu sempat membuat civitas dan rektorat UGM menyampaikan ucapan belasungkawa dan rasa keprihatinan. (sol)