Resepsi HUT RI Ditandai Potong Tumpeng

106
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI memotong tumpeng resepsi kenegaraan dalam rangka HUT ke-73 RI di Pendopo Parasamya Sleman, Sabtu, (18/08/2018) malam. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar acara resepsi kenegaraan dalam rangka peringatan HUT ke-73 RI di Pendopo Parasamya Sleman, Sabtu (18/08/2018) malam.

Acara tersebut dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres Sleman, Dandim, Kepala Kejari, Ketua Pengadilan Negeri, anggota DPRD, Pimpinan SKPD, Camat, Kades, Paskibraka beserta orang tuanya, para prestator dan tamu undangan.

Arif Haryono SH selaku Ketua Umum Panitia HUT ke-73 RI menyampaikan berbagai kegiatan sudah dilaksanakan, meliputi kegiatan pokok pelatihan Paskibraka, ramah tamah dengan perintis kemerdekaan, veteran dan tokoh masyarakat.

Kemudian, Rapat Paripurna DPRD, apel kehormatan, pemberian remisi di Lapas Cebongan, upacara detik-detik proklamasi dan aubade di lapangan Denggung serta resepsi kenegaraan.

Kegiatan pendukung meliputi bakti sosial pasar murah dan pemberian bendera merah putih gratis bagi 160 warga, program rehab rumah bagi 6 warga kurang mampu di kampung KB, 1  warga keluarga pahlawan dan 1 warga umum.

Baca Juga :  Polwan Blusukan ke Pasar Tradisional

Juga ada program operasi sepeda butut bagi siswa SD dan  SMP untuk 17 siswa, pemeriksaan kesehatan dan pemberian  kacamata gratis, penyerahan bantuan alat difabel dan jaminan sosial PKH bagi 150 penerima, senam masal dan jalan sehat, donor darah, pelayanan KB dan berbagai lomba.

Acara resepsi ditandai pemotongan tumpeng oleh Bupati Sleman kemudian diserahkan kepada perwakilan Paskibraka, dilanjutkan penyerahan hadiah bagi prestator.

Bupati juga menyerahkan piagam dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 1,5 juta bagi anggota Paskibraka Sleman

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI  menyampaikan resepsi kenegaraan ini merupakan momentum yang tepat untuk kembali merefleksikan semangat pendahulu.

“Mengisi kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja tetapi merupakan tanggung jawab  bersama antara  pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” kata dia.

Baca Juga :  Gandung Pardiman Serukan Kader di Daerah Selamatkan Partai Golkar

Menurut dia, sudah waktunya bergerak bukan lagi atas nama pribadi atau golongan melainkan sebagai insan pembangunan yang bertujuan sama yaitu membangun Sleman lebih sejahtera.

Sri Purnomo juga mengingatkan tantangan besar yang dihadapi saat ini bukan hanya di tingkat regional,  mulai akhir 2015 Sleman menghadapi persaingan global dengan diberlakukannya MEA.

PNS dan penyelenggara negara yang memiliki tanggung jawab moral maupun konstitusional harus bisa bekerja jujur tanpa pamrih dan melayani rakyat secara paripurna. (sol)