Retribusi akan Naik 1.000 Persen, HPPTK Bereaksi  

140
Perwakilan pedagang Pasar Tumenggungan Kebumen ketika menyampaikan keberatan kenaikan retribusi kepada Bupati Kebumen HM Yahya Fuad, Jumat (3/11/2017). (Nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pedagang  Pasar Tumenggungan Kebumen yang menempati kios, keberatan dengan besaran rencana  kenaikan retribusi penggunaan kios. Besaran kenaikan retribusi yang mencapai 1.000 persen dibanding dengan retribusi yang berlaku  sejak tahun 2011, dinilai memberatkan  warga.  Mereka setuju dengan rencana kenaikan retribusi, tetapi tidak lebih dari 10 persen.

Pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Tumenggungan Kebumen (HPPTK) Kebumen, melalui Ketua HPPTK  H Amin Maskur kepada Bupati  Kebumen  HM Yahya  Fuad di Pasar Tumenggungan   Kebumen Jumat (3/11/2017) pagi mengatakan, keberatan itu, karena rendahnya  omset  penjualan serta pelayanan yang  belum optimal.  Persaingan usaha  dengan  lokasi  perbelanjaan  lain dan  jenis usaha  online, menjadi alasan mereka  keberatan dengan   besaran kenaikan.

Mereka juga mengadukan keberatan itu kepada  Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kebumen yang membahas  Rancangan  Peraturan  Daerah  (Raperda) Tentang Retribusi  Pelayanan  Pasar. Pengaduan  disampaikan di gedung DPRD Kebumen. Raperda yang mengatur besaran retribusi  yang naik sampai 1000 persen untuk penggunaan kios, sedang dibahas  DPRD Kebumen.

Baca Juga :  Penduduk 38 Desa Kesulitan Air Bersih

Menanggapi pengaduan keberatan itu  Yahya Fuad  mengatakan, Pemkab Kebumen tetap akan menerapkan retribusi  sebagaimana  yang ada di raperda itu. Jika ada pedagang yang keberatan,  mereka bisa mengajukan keberatan. Tetapi, besaran retribusi diterapkan selambat- lambatnya 2 tahun setelah berlakunya perda itu, khusus bagi pedagang yang keberatan.

Yahya mengungkapkan, besaran retribusi  penggunaan kios yang berlaku sekarang,  pedagang yang menghuni kios banyak disubsidi. Besarnya retribusi yang berlaku sekarang, tidak sebanding dengan nilai pembangunan  Pasar  Tumenggungan  yang mencapai  Rp 55 miliar.  Karena itu, kenaikan retribusi tetap akan diterapkan, setelah raperda itu menjadi perda.

Pendapatan dari  Pasar Tumenggungan yang hanya Rp 1,3 miliar pertahun tidak cukup untuk membangun kembali. Apalagi Pemkab  Kebumen sedang membangun tambahan  fasilitas untuk peningkatan pelayanan di pasar itu.

Baca Juga :  Pedagang Menolak Rencana Kenaikan Retribusi 1.000 Persen

Kepala Dinas Perindustrian  dan  Perdagangan Kebumen Tri  Nugroho  Waluyo membenarkan, ada kenaikan  retribusi yang besarannya seperti disebutkan  pedagang.  Retribusi  penggunaan kios yang berlaku sekarang hanya Rp 1.500 per meter  persegi per bulan. Dalam  raperda yang sedang dibahas DPRD Kebumen  besaran retribusi  ada  perubahan, yakni Rp  1500,  per meter persegi per hari.

“Mestinya  tiap  3 tahun ada penyesuaian  retribusi,“  kata Tri Nugroho Waluyo. (SM)