Retribusi Pasar akan Naik Lima Kali Lipat

408
Suasana kios Pasar Tumenggungan, pasar terbesar di Kota Kebumen, Jumat (06/10/2017) sore (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebumen bakal mengubah sistem pemungutan retribusi penggunaan kios, los dan lapak di 40 pasar daerah yang dikelola dinas itu.

Melalui penghitungan ulang, retribusi harian akan naik lima kali lipat, bahkan lebih, dibanding retribusi yang berlaku sejak tahun 2011 hingga sekarang.

Penerapan retribusi dengan mengubah sistem pemungutan ini, diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Retribusi Pelayanan Pasar dan Raperda Pengelolaan Pasar Daerah.

Kedua raperda itu beserta Raperda Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima, sekarang sedang dibahas DPRD Kabupaten Kebumen.

Kepada wartawan Jumat (06/10/2017) di gedung DPRD setempat, Kepala Dinas Perindustrian  dan Perdagangan Kebumen, Nugroho Tri Waluyo, mengatakan sejak 2011 besarnya retribusi penggunaan kios, los dan lapak tergolong murah.

“Misalnya penggunaan kios kelas A di pasar daerah kelas A, Pasar Tumenggungan Kebumen, retribusinya hanya Rp 36.000 per bulan,” ungkapnya didampingi Kepala Bagian Humas Sekretariat DPRD Kabupaten Kebumen, Suyanto.

Begitu Raperda Pengelolaan Pasar dan Raperda Retribusi Pelayanan Pasar ditetapkan DPRD Kebumen, besarnya retribusi berbeda, dihitung per meter persegi per hari.

Misalnya penggunaan kios tipe A di pasar Tipe A, Pasar Tumenggungan Kebumen per hari per meter persegi Rp 1.000.

Pasar ini  setiap  hari buka, pungutan retribusi bisa sampai Rp 360.000 per bulan atau naik 10 kali lipat dibanding ketentuan  retribusi yang sekarang masih berlaku.

Nugroho menambahkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi penerapan retribusi pelayanan  pasar, sebelum diterapkan ketentuan baru berdasarkan perda yang sedang dibahas DPRD Kebumen.

Di Kabupaten Kebumen terdapat 40 pasar daerah, tiga di antaranya  pasar Tipe A yakni Pasar Tumenggungan Kebumen, Pasar Wonokriyo Gombong serta Pasar Karanganyar. Masih ada lagi lima pasar daerah yang dikelola dinas.

Menurut Suyanto, pembahasan tiga raperda itu sudah melalui tahapan  pemandangan umum fraksi-fraksi, diharapkan selesai  sebelum berakhirnya  masa sidang ketiga  tahun 2017. (sol)