Reumatik Bisa Sebabkan Jari Keriting

499
Dokter Ayu ParamaIswari SpPD KR. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Menjadi tua merupakan keniscayaan. Berbagai penyakit degeneratif datang dan tidak terelakkan. Di antaranya reumatik, lupus, osteoporosis serta osteoarthritis.

Penyakit tersebut perlu penanganan panjang, oleh karenanya harus telaten. Lanjut usia (lansia) dianjurkan tidak mengobati diri sendiri agar penyakit justru tidak semakin parah.

Hal itu terungkap dalam Talk Show Kesehatan dengan topik Reumatology yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Aisyiyah Wirobrajan, Minggu (22/04/2018) di Asri Medical Centre (AMC) Gampingan Yogyakarta.

Dokter H Deddy Nur Wachid A SpPD KR maupun dokter Ayu Paramaiswari SpPD KR dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta menyatakan, empat dari 100 jenis penyakit reumatik merupakan penyakit yang menyerang persendian yang menjadikan sakit, bengkak dan hangat.

Penderita akan merasakan kaku pada pagi hari, demam, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, gangguan tidur dan sebagainya.

Menurut dr Deddy secara fisik reumatik bisa menyerang hampir semua persendian. Selain menimbulkan rasa sakit luar biasa, juga mampu mengubah tampilan anggota tubuh. “Jika menyerang persendian tangan misalnya, kalau dibiarkan maka jari tangan pun bisa keriting,” kata dia.

Apabila kondisinya seperti masih bisa ditangani meski perlu waktu panjang. Yang juga harus diwaspadai adalah reumatik bisa menyerang pembuluh darah mata hingga menyebabkan komplikasi.

Baca Juga :  Perusahaan Besar-UMKM Didorong Perkuat Kemitraan

Sementara itu osteoporosis atau pengeroposan tulang maupun osteoarthritis (pengapuran tulang) bisa mengantarkan penderitanya tidak mampu hidup mandiri.

Jika penderita dibiarkan terus menerus tergolek di tempat tidur akan semakin memperparah penyakitnya. Penderita perlu asupan vitamin D yang bisa diperoleh dari sinar matahari pagi.

Dokter Deddy Nur Wachid A SpPD KR. (arie giyarto/koranbernas.id)

Sayangnya kebanyakan penderita malas bergerak. Selagi penderita masih bisa melakukan mobilitas, berbagai latihan fisik ringan sesuai kebutuhan diperlukan meski kadang harus menggunakan piranti  penyangga tubuh.

Karena penyakit-penyakit itu sering tidak memberikan tanda-tanda awal, maka langkah pencegahan sangat dianjurkan. Di antaranya mencari sinar matahari pagi guna mendapatkan vitamin D.

Kemudian, jalan kaki 10 ribu langkah setiap hari ditambah mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium serta  menjalani pola hidup sehat.

Selain itu, juga rutin memeriksakan kesehatan sehingga bisa diketahui perkembangan kondisi kesehatan. Kalau ada gejala penyakit bisa segera diambil langkah.

Apalagi untuk penyakit lupus belum diketahui penyebabnya, juga belum ada diagnosa spesifik, karena banyak sekali gejala yang menjadi tanda-tanda awalnya.

Sebagian peserta talk show kesehatan Reumatologi yang digelar pengurus Aisyiyah Cabang Wirobrajan Yogyakarta di AMC, Minggu (22/04/2018). (arie giyarto/koranbernas.id)

Meriah

Berkat moderator Trisno Heru Nugroho, acara talkshow berlangsung meriah. Mantan Kepala Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito ini piawai menghidupkan suasana dengan berbagai joke segar.

Baca Juga :  KORPRI Harus Bisa Menjaga Netralitas

Dari audiens banyak muncul pertanyaan di antaranya tangan sering canthengen sering gringgingen. Tidak apa-apa, saat berjalan tiba-tiba lutut sakit diikuti susah berjalan, apalagi naik tangga. Minum suplemen lutut malah hipertensi dan sebagainya.

Ada juga yang sudah diinjeksi cairan lutut namun tidak sembuh-sembuh, justru menjadi membaik setelah pijat refleksi dan minum obat China.

Meskipun setelah itu dia merasa sehat kembali, bisa main bulu tangkis lagi, jalan kaki dan bersepeda serta renang, namun dalam kaitan ilmu kedokteran hal itu tidak dianjurkan.

Kenapa? karena tidak diketahui formulasinya. Termasuk injeksi lutut pun dianjurkan tidak sering dilakukan karena justru bisa berbahaya menjadikan seseorang menjadi ketagihan. Idealnya hanya dua kali dalam setahun.

Dari angket yang diedarkan pada peserta, lebih dari 70 persen merasa talkshow itu sangat bermanfaat. Sedangkan penjawab kurang bermanfaat umumnya berkait dengan waktu yang sangat pendek untuk mengupas masalah sepenting itu.

Menjadi lansia yang sukses bukan berarti menjadi muda lagi. Tetapi bagaimana dia bisa nyaman berteman dengan penyakit-penyakit degeneratif lantaran sejak dini melakukan antisipasi. (sol)