Ribuan Data KTP Ganda Terkunci Tak Bisa Dicetak

168

KORANBERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo mendapati data kartu tanda penduduk (KTP) elektronik ganda. Jumlahnya mencapai ribuan. Warga yang termasuk dalam data tersebut akhirnya tidak dapat mencetak KTP karena datanya terkunci.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo, Djulistya, menjelaskan  hinggga Rabu (14/03/2018), pihaknya mencatat sebanyak 3.139 data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) ganda di kabupaten ini.

Data itu diketahui petugas saat warga Kuloprogo hendak mencetak KTP elektronik dan data sidik jarinya ternyata terekam pula di lain wilayah.

“Temuan diketahui setelah mereka melakukan perekaman dan data mereka tidak dapat dicetak. Jumlahnya hingga sekarang ini ada 3.139,” katanya.

Tidak dapat tercetaknya data perekaman pemohon, menurut Djulistya, karena pemohon selain melakukan perekaman awal juga melakukan di tempat berbeda. Karena ada perekaman di lebih dari satu tempat maka data otomatis terkunci tidak dapat dicetak.

“Karena data sebelumnya terkunci, jadi Disdukcapil Kulonprogo tidak bisa mencetak. Data yang dikunci adalah perekaman yang tidak dilakukan di Kulonprogo. Kita akan dapat mencetak bila pemohon mencabut data perekaman di tempat lain. Prinsip, seseorang hanya dapat melakukan perekaman di satu tempat saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Maju Munaslub Golkar

Dimungkinkan, terjadinya dua rekaman sidik jari karena seseorang ingin punya dua KTP  di tempat berbeda. Namun bisa saja karena kesalahan teknis saat petugas melakukan perekaman.

Misalnya, alat perekam sidik jari tidak bersih ketika merekam seseorang, kemudian digunakan oleh orang lain.

“Mungkin saat perekaman masal, alat perekam sidik jari tidak bersih. Masih ada keringat sehingga terekam milik orang setelah gilirannya,” katanya.

Sebelum ada KTP Elektronik, masyarakat lebih mudah meminta KTP di beberapa kota. Ini karena data kependudukan setiap wilayah di Indonesia belum terintegrasi.

Namun saat ini masyarakat harus sadar, kepemilikan kartu indentitas ganda merupakan tindakan yang dilarang.

“Walaupun masih bersifat teguran, Disdukcapil melakukan pembinaan terhadap pemohon yang terbukti sengaja meminta kartu identitas ganda. Setelah itu kami juga bekukan nama yang bersangkutan,” katanya.

Baca Juga :  Kapolresta Kendarai Ninebot Cek Pengamanan Obyek Wisata

Untuk pemilu

KTP elektronik sangat dekat kaitannya dengan Pemilu. Ketua Komisi Pemilihan Umum Kulonprogo, Muh Isnaini,  mengungkapkan dengan adanya data mutakhir itu KPU bakal menjadi pedoman dalam melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) mendatang.

KPU Kulonprogo tetap melakukan pencocokan data pemilih secara langsung untuk mendapatkan data pemilih secara pasti.

“Memang, menjadi dasar kami untuk mencocokkan data pemilih, namun KPU tetap melakukan coklit secara langsung pada 17 April mendatang,” katanya.

Menurut dia, coklit dilakukan secara door to door oleh petugas. Warga yang tidak memiliki KTP Elektronik tetap akan dicatat, sebagai dasar pertimbangan siapa saja dapat memiliki hak memilih pada pemilu 2019.

“Ada yang tidak memiliki KTP, tetap kami catat. Kemudian apakah tidak ber-KTP bisa memilih atau tidak semua bakal ditentukan di pleno nantinya,” ujarnya kepada wartawan. (sol)