Ribuan Generasi Emas Berlomba Lukis Batik

251
Anaka-anak mengikuti lomba gambar di halaman Kantor Pemkab Kulonprogo, Minggu (08/10/2017). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ribuan anak menyemarakkan halaman Kantor Pemkab Kulonprogo, Minggu (08/10/2017). Mereka mengikuti lomba lukis yang digelar oleh Komunitas Suket Menoreh, memperingati Hari Jadi Kulonprogo ke-66.

Para peserta terlihat antusias dan bersemangat mengikuti lomba. Pensil warna dan crayon warna-warni mereka poleskan ke atas kertas bergambar yang telah disediakan panitia. Di antaranya, Noval (6), siswa TK Muadz bin Jabal, Desa Triharjo, Wates.

Tangan mungilnya dengan telaten memoleskan crayon pada kertas bergambar aktivitas pembatik di hadapannya. Namun begitu, ia masih sering kebingungan memilih warna yang dibutuhkan untuk bagian tertentu dari gambar tersebut. Noval seringkali meminta pendapat dari ibunya yang setia menemani selama lomba belangsung.

“Lomba ini bagus dan bermanfaat. Anak-anak jadi bisa melatih kreativitasnya,” kata sang ibu, Wahyu.

Acara ini diikuti ribuan anak dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar, maupun Sekolah Luar Biasa (SLB). Tercatat ada puluhan siswa penyandang disabilitas dari 8 SLB di Kulonprogo yang turut serta dalam lomba tersebut.

Baca Juga :  Libur Tahun Baru, Obyek Wisata Siap Sambut Pengunjung

Diantaranya dari SLB Rela Bhakti 2 Wates yang membawa lima siswanya untuk emngikuti lomba. Kesemuanya merupakan siswa penyandang tuna grahita (retardasi mental).

Kepala SLB Rela Bhakti 2 Wates, Danik mengatakan, pihaknya berantusias mengikutsertakan siswa dalam lomba ini untuk melaatih karakter anak. Khususnya, agar kreativitas mereka terlatih serta mendukung kepercayaan diri siswa dalam bersosialisasi.

“Supaya mereka lebih percaya diri bersosialisasi sehingga lebih mengenal masyarakat dan orang lain,” kata Danik.

Hal itu menurutnya penting sebagai motivasi bagi perkembangan karakter anak. Dengan bimbingan dan pelatihan terus menerus serta diikutkan dalam lomba seperti itu, mereka akan memiliki semangat hidup dan bisa terus membaur secara sosial dengan masyarakat.

“Dengan sering ikut lomba, anak jadi jadi tidak cangung. Tidak juga minder maupun rendah diri,” kata Danik.

Seorang siswa SLB Rela Bhakti 2 Wates, Ruci, terlihat cukup antusias mengikuti lomba tersebut. Seulas senyum selalu terkembang di wajah gadis usia 21 tahun penyandang tuna grahita tersebut. Warga Hargomulyo, Kokap itu juga tak canggung untuk mengajak ngobrol orang lain di sekelilingnya saat itu.

Baca Juga :  Ingin Menikmati Landscape Menoreh ? Datang Saja ke Bukit Widosari

“Senang ikut lomba. Tadi mewarnai gambar ayam. Ngga susah,” kata dia, dengan senyum terkembang.

Data yang ada dipanitia, ada 3.000 peserta dalam empat kategori yang dilombakan. Yakni kategori usia 3-4 tahun (setingkat PAUD), 4-5 tahun (TK), 6-8 tahun (SD), serta kategori khusus penyandang disabilitas tanpa batasan usia.

“Lomba ini digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo. Kami mengambil tema Generasi Emas Kulonprogo,” kata Ketua Panitia Lomba dari Komunitas Suket Menoreh, Kelik Haryana.

Tema itu sengaja dipilih untuk menggambarkan tujuan lomba ini. Yakni, menciptakan generasi penerus di Kulonprogo yang kreatif. Lomba bertujuan memberi ruang dan wadah pengembangan bakat serta kreativitas anak sejak dini.

Anak-anak diharapkan bisa tumbuh dalam karekter yang kreatif dengan segala kegiatan positif, tidak hanya termanjakan oleh kecanggihan teknologi saat ini.(yve)