Ribuan Keluarga Belum Punya Jamban

235
Kunjungan kerja  Komisi E DPRD Jateng  ke Temanggung. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Lebih kurang 51.459 keluarga di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah saat ini belum memiliki jamban. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung sudah turun tangan namun terkendala keterbatasan anggaran.

Hal itu terungkap tatkala Komisi E DPRD Provinsi  Jawa Tengah (Jateng) mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Temanggung. Tujuannya untuk mendapatkan informasi  mengenai masalah kesehatan masyarakat.

Rombongan yang  dipimpin Sekretaris Komisi E,  Hasan Ashari itu diterima  Asisten Ekbang dan Kesra  Setda Temanggung, Sadwoko Heri Susatyo,  di ruang Gajah komplek Pendapa Jenar  Kantor Bupati Temanggung, Kamis (24/08/2017).

Hasan Ashari menjelaskan, tujuan kunjungan kerja di Temanggung untuk mengetahui secara langsung penanganan  masalah kesehatan masyarakat agar tidak buang air besar di sembarang tempat (BABS).  BABS sendiri sering disebut dengan istilah asing ODF  (Open Defecation Free).

Baca Juga :  Setelah Pensiun Perusahaan Tak Lagi Peduli

“Ini diperlukan agar pihaknya memperoleh informasi akurat sebagai bahan kajian di tingkat dewan sekaligus sebagai bahan evaluasi dan masukan ke Pemprov Jawa Tengah,” kata dia.

Buang air besar sembarangan bisa memicu terjadinya gangguan penyakit  seperti diare dan lain-lain. Itu sebabnya dia berharap Pemkab Temanggung menaruh perhatian besar dengan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk membantu  pengadaan jamban  keluarga utamanya bagi keluarga kurang mampu yang belum memiliki jamban.

Asisten Ekbang dan Kesra sadwoko Heri Susatyo menjelaskan  Pemkab Temanggung  terus berupaya melaksanakan sosialisasi pentingnya untuk tidak buang air besar sembarangan. Pemkab memberikan bantuan anggaran untuk pengadaan jamban keluarga maupun  membangun Instalasi Penanganan Air Limbah (IPAL)  di sejumlah tempat.

Pihaknya sangat berharap   Komisi E DPRD Jateng bisa mengusahakan  bantuan penganggaran  dari berbagai sumber salah satu di antaranya APBD Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Pratu Randi Sempat Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Anak-anak

Bagi keluarga, jamban merupakan kebutuhan dalam rangka mendapatkan kenyamanan hidup yang mencakup kesehatan dalam keluarga itu sendiri maupun lingkungan.

Selama ini di kalangan masyarakat masih dijumpai  warga buang air besar sembarangan  seperti  dilakukan dengan cara ditanam di pekarangan atau membuat jamban yang tidak memenuhi standar kesehatan di sekitar rumah maupun di kebun, bahkan  BAB di sungai. Ini sangat tidak pas jika diterapkan pada kondisi zaman sekarang. (edy)