Ribuan Orang Beraksi Pungut Sampah

105
Siswa SMP Negeri Sruweng  Kebumen,  Sabtu  (15/09/2018) pagi, kerja bakti membersihkan sampah di tepi jalan utama selatan Jateng,  di depan sekolah mereka. (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan. Hingga saat ini sampah di perkotaan Kabupaten Kebumen yang sudah bisa dikelola dan  terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru 45,97 persen. Selebihnya tersebar dan mencemari lingkungan.

Ketika digelar aksi pungut sampah dalam rangka Hari Bersih se-Dunia atau World Clean Up Day di Pasar Wonokriyo Gombong, Sabtu (15/09/2018) pagi, Pelaksana Tugas Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz mengungkapkan, Kabupaten Kebumen dalam sehari menghasilkan 638 ton sampah.

Sampah tersebut tersebar di 26 kecamatan dan hingga akhir tahun 2017 baru 45,97 persen sampah perkotaan bisa diangkut ke dua TPA.

Sampah  yang tidak terangkut mencemari lingkungan seperti sungai, laut, perkampungan, pasar serta beberapa fasilitas publik sehingga berdampak negatif pada kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga :  Korban Keracunan Menjadi 60 Orang

“Hal ini sebuah tantangan sekaligus ancaman. Kita harus bekerja keras mengurangi sampah,“ kata Yazid Mahfudz.

Selain itu, juga perlu langkah-langkah sistematis dan berkelanjutan. Kampanye memilah, mengolah dan mendaur ulang sampah terus dilakukan.

“Perlu ada kesadaran bersama, memberi teladan menempatkan sampah pada tempatnya.  Itu harus dibangkitkan dan dijaga sehingga menjadi tekat dan komitmen bersama,” ujarnya.

Aksi pungut sampah menjadi momentum mempersatukan masyarakat untuk meningkatkan  kepedulian terhadap permasalahan sampah.

Ada beberapa tempat menjadi tempat pembuangan akhir sampah ilegal, seperti daerah aliran sungai, pantai, lapangan, pasar serta fasilitas  publik.

Ketua Panitia Hari Bersih Se-Dunia yang juga Sekretaris Dinas Permukiman Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup  Kebumen, Sri Pambudi, mengatakan aksi pungut serentak dan masif  dilaksanakan di desa-desa, pasar dan fasilitas  publik.

Baca Juga :  Presiden Jagong Manten Putri Mensesneg

Tidak  kurang 85.000  warga Kebumen ikut aksi  di tempat kerja atau domisili mereka.

Aksi pungut  sampah di Wonokriyo semula akan diikuti 500 orang ternyata antusiasme warga Kota Gombong dan sekitarnya menggembirakan sehingga menjadi 700-an  orang. (sol)