Ribuan Orang Nobar Film PKI di Bantul

366
Acara nobar film pengkhianatan G 30 S/PKI yang digelar Kodim 0729/Bantul dan Kokam Bantul dipadati penonton di Pendopo Parasamya, Kamis (28/09/2017) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Acara nonton bareng (nobar) film pengkhianatan G 30 S/PKI yang digelar oleh Kodim 0729/Bantul dan Kokam  Bantul dipadati ribuan penonton di Pendopo Parasamya, Kamis (28/09/2017) malam hingga Jumat (29/09/2017) dini hari.

Penonton film dengan durasi 3 jam lebih tersebut disaksikan banyak sekali anak muda di Bantul. Termasuk juga banyak orang tua yang turut melihat film yang disutradarai Arifin C Noer itu.

Kepala staf Kodim (Kasdim) Mayor Inf Suwarno mengatakan kegiatan nobar tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman sejarah kepada generasi muda dan masyarakat tentang perjalanan bangsa. Seperti diketahui, tahun 1965 ada peristiwa kelam yang dilalui bangsa ini.

“Semoga ada nilai-nilai yang bisa dipetik. Diantaranya bagaimana  kita bersama memerangi paham komunisme yang tidak sesuai dengan dasar negara Pancasila. Kita harus waspadai itu,” katanya.

Sementara Ketua LVRI Bantul Syahro Wardi dalam acara itu juga berharap generasi muda dan penerus bangsa harus turut serta membangun bangsa ini. Bangsa yang merdeka karena ridho Allah SWT, berkat perjuangan para pahlawan dan telah melewati tragedi berdarah-darah di masa lalu.

“Sejarah gerakan 30 September ada dalam film itu. Nah, ya inilah faktanya, kenyataannya. Jadi anak muda harus tahu, dan kita harus waspada kepada komunisme,” tandas pria berusia 92 tahun tersebut.

Salah satu penonton, Ratna Wahyu asal Gilangharjo, Pandak yang datang berombongan dengan teman-teman di desanya mengaku belum pernah lihat film tersebut.

“Ini baru pertama kalinya. Belum pernah lihat,” kata Ratna yang bersekolah di sebuah SMP negeri tersebut.

Sepanjang film diputar, para penonton terlihat begitu antusias mengikuti jalanya alur cerita yang dimulai dengan kondisi ekonomi yang carit marut. Hingga tragedi sumur tua Lubang Buaya tempat pembuangan jenazah tujuh perwira TNI AD hingga berakhirnya film Jumat (29/9/2017) dini hari. Tidak sedikit yang meneteskan air mata melihat tragedi yang di filmkan tersebut. (SM)