Ribuan Peserta BPJS Menunggak Iuran

200

KORANBERNAS.ID – Ribuan peserta BPJS Mandiri di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah menunggak iuran. Upaya penagihan telah dilakukan BPJS setempat bekerja sama dengan pemerintah kabupaten.

“63 persen peserta BPJS Mandiri atau sebanyak 25.204 peserta di Kabupaten Temanggung menunggak iuran,” ungkap Susilo Budi Iswati,  Kepala Layanan Operasional BPJS Temanggung,  Senin (14/08/2017).

Apabila ditotal nilainya mencapai Rp 7,695 miliar per Juni 2017.  Rinciannya, peserta kelas III sebanyak 12.746 dengan tunggakan Rp 3,288 miliar, peserta kelas II sebanyak 8.939 dengan tunggakan Rp 2,313 miliar dan peserta kelas I sebanyak 3.519 dengan tunggakan Rp 2,092 miliar.

Menurutnya, penyebab peserta menunggak iuran memang tidak mampu membayar dan sengaja tidak membayar. Konsekuensinya mereka tidak mendapat pelayanan kesehatan karena keanggotannya nonaktif. Mereka baru dapat dilayani kembali setelah membayar tunggakan.

Pihaknya aktif menagih tunggakan iuran dengan cara menelepon atau mengirim SMS pemberitahuan kepada peserta. Pemberitahuan dan permintaan membayar tunggakan juga disampaikan melalui kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dia menyampaikan peserta BPJS Mandiri di Temanggung berjumlah 39.702 peserta. Sedangkan peserta BPJS sendiri mencapai 486.840 orang dari total penduduk 805.253 warga, atau cakupannya baru 60,46 persen.

Bupati Temanggung Mulyadi Bambang Sukarno mengatakan BPJS sangat penting bagi masyarakat, namun perlu diakui tidak semua peserta BPJS Mandiri dapat membayar iuran terutama warga yang belum sejahtera. Pemerintah akan membantu agar tunggakan terbayarkan. (edy)