Ribuan Pesilat Adu Jurus di Malioboro

614
Ribuan pesilat dari berbagai aliran dan perguruan memeriahkan puncak acara Pencak Malioboro Festival, Minggu (20/8) sore, di sepanjang Jalan Malioboro

KORAN BERNAS.ID — Tantungan Project dan Paseduluran Angkringan Silat kembali menggelar kegiatan Pencak Malioboro Festival (PMF) V yang digelar 18 – 20 Agustus 2017. Pada rangkaian kegiatan yang diakhiri dengan pawai pencak silat di sepanjang Jalan Malioboro pada Minggu (20/8) sore, lebih dari 6.000 pesilat hadir mengikuti pawai.

Yosi Pudiono selaku panitia penyelenggara menyebutkan, tahun ini jumlah perguruan atau aliran silat yang hadir lebih beragam jika dibandingkan dengan penyelenggaraan PMF sebelumnya.

“Kalau tahun 2015 kemarin hanya 30-an aliran, saat ini ad 57 aliran maupun perguruan (silat) yang ikut. Misalnya dari Padang (Sumatera Barat) ada tiga aliran yang ikut, salah satunya pencak dari Solok,” katanya.

Dengan kehadiran khazanah pencak silat yang lebih beragam, publik diperkenalkan dengan berbagai aliran silat yang berkembang di Nusantara. Meski demikian, panitia membatasi partisipasi para pesilat karena keterbatasan anggaran.

Baca Juga :  Setelah Pensiun Perusahaan Tak Lagi Peduli

“Kalau dilepas yang daftar bisa 10.000 orang lebih. Ini saja 6.000 pesilat, polisi masih kelimpungan mengaturnya, bagaimana kalau 10.000 orang. Namun, yang penting masyarakat bisa lebih mengenal aliran silat yang ada,” tutur dia.

Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X sangat mendukung keberlangsungan Pencak Malioboro Festival yang telah digelar secara reguler sejak tahun 2012 silam. Paku Alam menilai silat tak hanya semata-mata beladiri semata namun juga memiliki nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini luar biasa dan harus dilestarikan. Menurut saya silat itu tidak hanya beladiri semata tetapi practice (nila-nilai praktis) kehidupan,” ujar Paku Alam kepada Koran Bernas usai menyaksikan PMF di panggung kehormatan yang didirikan di Titik Nol Kilometer.

Baca Juga :  Dari Kumpulkan Uang Receh Beli 16 Mobil Ambulans

Sementara itu, Sakti salah satu guru silat di perguruan silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah menuturkan dengan diadakannya PMF, pamor silat diharapkan dapat tetap eksis ataupun meningkat. Terlebih lagi, sebagai warisan budaya bangsa, seni beladiri pencak silat menurut Sakti tak kalah jika dibandingkan beladiri dari luar.

“Sekarang ini, masyarakat kita malah lebih suka beladiri dari luar negeri. Dengan adanya PMF kita bisa menyampaikan kalau pencak silat masih eksis,” terangnya.

Pengakuan silat sebagai salah satu beladiri yang unggul sebenarnya tidak hanya datang dari dalam negeri saja. Ini dicontohkan pada penutupan PMF kelima yang ditonton ribuan orang, sempat ditampilkan 28 pesilat mancanegara yang unjuk kebolehan memperagakan jurus-jurus silat di hadapan publik. (ros)