Ribuan Petani Tebu Yogya Bersiap Serbu Istana

201
Petani tebu Yogya protes gula impor beberapa hari lalu. (dok. koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Petani Tebu yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Raktyat Indonesia (APTRI) DIY siap ‘serbu’ Istana negara, Senin (28/8/2017) mendatang. Mereka akan berangkat Minggu (27/8/2017) besok dari komplek PG/PS Madukismo, Kasihan dan bergerak ke Jakarta dengan menggunakan berbagai armada.

Roby Hernawan ketua APTRI DIY mengatakan mereka bergerak ke Jakarta untuk menyuarakan apirasi terhadap kondisi gula tanah air. Di istana akan bergabung pula ribuan petani tebu dari daerah lain se Indonesia.

“Surat pemberitahuan untuk aksi ini sudah dikirimkan ke beberapa pihak terkait, termasuk aparat kepolisian,” kata Roby, Sabtu (26/8/2017).

Diantaranya aspirasi tersebut adalah meminta pemerintah membeli gula produksi dalam negeri dengan harga Rp 11.000 per kilogram tidak dibebani PPN. Saat ini pemerintah baru berani membeli Rp 8.300 per kilogram dan ada wacana Bulog membeli Rp 9.700 per kilogram.

Baca Juga :  Pelajar SMP Dikeroyok Temannya Hingga Gegar Otak

“Untuk Bulog masih wacana dan belum ada tindak lanjut di bawah hingga kini. Untuk harga Rp 9.700 per kilogram juga kami tolak karena belum menutup Harga Pokok Produksi (HPP),”katanya.

Diakui Roby, aksi tersebut terpaksa dilakukan karena di pasaran saat ini membanjir gula impor dengan harga rendah. Akibatnya produksi gula dalam negeri tidak bisa ‘dilempar’ ke pasaran,. Hal yang nampak nyata untuk PG/PS Madukismo sekarang sudah produksi 7.000 ton dan masih
tersimpan di gudang. Jumlah itu dipastikan akan bertambah, mengingat produksi gula terus berjalan hingga Oktober mendatang.

Menurut Roby, kondisi yang ada benar-benar membuat sulit petani tebu. Jika gula di pabrik tidak terjual, maka tebu petani juga terancam tidak terbayar seperti yang diharapkan.

Baca Juga :  Ketika Polisi Gelar Aksi Peduli

“Membanjirnya gula impor ini juga merugikan pabrik gula. Jika setiap kilo rugi 1.500 per kilogram, maka jumlahya sangat besar karena produksi gula PG/PS Madukismo mencapai 20.000 ton per musim giling,” kata Roby.

Jumlah itu belum termasuk produksi dari kawasan Jateng selatan yang juga 20.000 ton. (yve)