Ribuan Siswa Ikuti Pemilos Serentak

198
Bupati Bantul Drs H Suharsono mencanangkan Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) SMA dan SMK se-Kabupaten Bantul yang dipusatkan di SMAN 2,Kamis (07/09/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Kantor Kesbangpol bekerja sama dengan KPU Kabupaten Bantul, Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Bantul dan Kantor Kemenag Kabupaten Bantul menggelar Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) SMA/SMK/MA tahun 2017 secara serentak.

Pencanangan dilakukan oleh Bupati Bantul Drs H Suharsono di SMAN 2 Bantul, Kamis (07/09/2017), dihadiri Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan, Ketua KPU Bantul M Johan Komara, Kepala SMAN 2 Bantul, Drs Isdarmoko MM Par dan Forkominda Bantul.

Johan Komara mengatakan Pemilos Tahun 2017 diikuti 80 sekolah lanjutan tingkat atas dari SMA, SMK dan MA, baik negeri maupun swasta. Sekitar 30.000 siswa SMA, SMK dan MA menjadi pemilih pada Pemilos tahun ini.

Baca Juga :  Lima KK di Srimartani Mengungsi Akibat Luapan Kali Gawe

“Semua siswa  tersebut pada Pemilu 2019 memasuki kategori pemilih pemula. Dengan demikian, praktis  Pemilos tahun ini menjadi media pendidikan pemilih yang strategis. Harapannya, pengalaman mengikuti Pemilos menjadikan mereka mengerti benar arti pemilu, sehingga dapat menggunakan hak pilihnya dengan rasional, serta tidak canggung lagi saat harus nyoblos di TPS,” kata Johan.

Dalam amanatnya, Bupati Bantul mengapresiasi pelaksanaan Pemilos serentak ini. “Saya  berharap dengan adanya Pemilos para siswa bisa belajar menjadi pemilih yang cerdas dan ke depan dapat mewujudkan Pemilu berkualitas,” katanya.

Di penghujung acara, sebagai tanda dimulainya Pemilos serentak diadakan pelepasan “Balon Demokrasi” oleh Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan SIP MA.

Baca Juga :  Heboh Mayat Bayi di Tumpukan Sampah

Sedangkan Isdarmoko mengatakan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di sekolah itu tercatat 753 siswa dari kelas X hingga XII. “Mereka juga melewati tahapan seperti layaknya orang menggelar pemilu. Termasuk sosialisasi pelaksanaan Pemilos, pemilihan KPPS, kampanye yang diikuti empat kandidat dan tahapan lain seperti  pemilu pada umumnya,” terang Isdarmoko. (sari wijaya)