Warga berebut gunungan di Lapangan Petir usai kirab dalam rangka Hari Jadi Desa Srimartani ke 71, Minggu (19/11/20017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ribuan warga yang berasal dari 17 pedukuhan di Desa Srimartani nampak antusias mengikiti kegiatan kirab budaya dalam rangka hari jadi desa tersebut ke 71, Minggu (19/11/2017) sore. Kirab mengambil rute mulai Balai Desa Srimartani hingga Lapangan Petir yang berjarak sekitar dua kilometer.

Sepanjang rute, ribuan orang menyaksikan kirab dengan tampilan terbaik dari pedukuhan yang ikut ambil bagian. Terlihat ada yang membawa maskot Garuda Pancasila, maskot Anoman,maskot macan dan maskot menarik lainnya. Selain tentu bregodo dari tiap-tiap pedukunan juga ikut terlibat.

Di sepanjang rute, peserta kirab ada yang menari, membunyikan gending, membunyikan drum band, lagu-lagu dangdut dan ada juga yang sholawatan dengan iringan rebana. Begitu tiga di lokasi finis, mereka disambut jajaran Muspika Piyungan, Lurah Desa Srimartani H Mulyana, Carik Eko Herri Purwanto SPsi, jajaran perangkat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tamu undangan lain. Di depan tenda kehormatan itu beberapa peserta melakukan performance terbaik.

Baca Juga :  Tari “Jati Diri Sang Petruk” Juara
Camat Piyungan Drs Saroyo Heriyanto (kanan,red) menyerahkan pusaka tombak Kyai Wijoyo Mulyo kepada Lurah Srimartani H Mulyana dalam kirab di Lapangan Petir, Minggu (19/11/2017). (sari
wijaya/koranbernas.id)

Setelah semua peserta berkumpul, selanjutnya Camat Piyungan Drs Saroyo Heriyanto menyerahkan pusaka tombak Kyai Wijoyo Mulyo kepada lurah desa. Dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat serta rebutan gunungan yang berlangsung meriah.

“Kegiatan ini digelar dalam rangka ulang tahun desa ke 71. Sekaligus sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar warga serta nguri-uri kebudayaan yang lahir dan tumbuh sebagai warisan nenek moyang kita,”kata Lurah Mulyana.

Sedangkan Carik Eko menambahkan jika kegiatan kirab itu diperlombaka dan akan diambil 4 tim sebagai pemenang. Untuk juri berasal dari Dinas Pariwisata Bantul dan dari Kecamatan Piyungan.

“Kegiatan ini mendapat support dari APBDes Srimartani selain tentunya swadaya masyarakat yang besar. Sebab kirab budaya ini banyak memiliki manfaat, termasuk untuk mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda serta ajang menunjukkan potensi lokal setiap pedukuhan kepada masyarakat,” katanya. (yve)

Baca Juga :  Penjual Bunga Tabur Berburu Rezeki