Ribuan Warga Siap Ikuti Aksi Bela Bangsa

4316
HM Syukri Fadholi dan Panitia Aksi Bela Bangsa menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di Suronatan Kota Yogyakarta, Rabu (30/05/2018). Sholihul hadi/koranbernas.id

KORANBERNAS.ID – Ribuan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siap mengikuti Aksi Bela Bangsa yang dijadwalkan digelar Jumat 1 Juni 2018 di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Ini adalah aksi damai, murni gerakan dari masyarakat yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat Yogyakarta.

Hal itu disampaikan Presidium Aksi Bela Bangsa, HM Syukri Fadholi didampingi Dwi Kuswantoro selaku Ketua Panitia Aksi Bela Bangsa., Rabu (30/05/2018), dalam konferensi pers di Suronatan Kota Yogyakarta.

“Perlu kami sampaikan, Aksi Bela Bangsa ini adalah media untuk mengajak seluruh anak bangsa Indonesia khususnya yang tinggal di DIY untuk ikut berkeringat, berpikir, bekerja dan berdoa bersama para tokoh masyarakat Yogyakarta untuk kemandirian dan kemajuan  bangsa,” kata Syukri Fadholi.

Mantan Wakil Walikota Yogyakarta ini lebih lanjut menyampaikan, saat ini semua pihak sudah mengetahui, perjalanan bangsa dirasakan menyimpang jauh dari harapan masyarakat.

“Tarnyata hukum tidak berpihak pada keadilan tetapi untuk melanggengkan kekuasaan. Di saat masyarakat butuh kerja, terjadi impor tenaga kerja asing. Mudah-mudahan dengan gerakan ini sadar dan kembali ke jalan yang benar. Ada kewajiban moral bagi kita untuk memberi peringatan dan tausyiah. Prinsipnya ini adalah gerakan moral,” kata dia.

Syukri Fadholi menegaskan, tujuan Aksi Bela Negara adalah pertama, menegaskan pentingnya cinta tanah air. Kedua, menjaga Pancasila yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, agar tetap menjadi kekuatan negara dalam melahirkan kedaulatan, keadilan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

Ketiga, mengedepankan kebersamaan umat dalam spirit berjamaah untuk ikut berperan menjaga NKRI sebagai amanah kemerdekaan yang lahir atas berkat rahmat dari Allah SWT.

Keempat, mendorong terbentuknya kepemimpinan nasional secara konstitusional yang cerdas dan amanah untuk bisa menjalankan empat tujuan pembentukan pemerintahan Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Baca Juga :  Obat Tak Berizin dan Kedaluwarsa Masih Beredar

Bukan politik

Dwi Kuswantoro menambahkan, Aksi Bela Bangsa ini bukan inisiatif perorangan atau politik tapi merupakan inisiatif para tokoh masyarakat Yogyakarta yang gelisah atas pengelolaan negara yang jauh dari amanat kemerdekaan negara yang berdaulat, adil dan makmur.

Beberapa tokoh itu antara lain KH Sunardi Syahuri, Prof Achmad Mursyidi, HM Syukri Fadholi, Ir Muslih Zainal Asikin MT MBA bersama tokoh-tokoh muda Yogyakarta lainnya.

Aksi ini didukung oleh elemen-elemen umat Islam dan elemen kebangsaan serta elemen nasionalis yang telah berkomitmen mengerahkan massanya.

Di luar elemen tersebut banyak pula anggota masyarakat DIY yang secara pribadi mendukung dan akan terlibat sebagai bagian dari Aksi Bela Negara.

Panitia menyayangkan adanya framming media yang menghubungkan aksi ini dengan seakan-akan inisiatif tokoh tertentu antara lain Prof Dr HM Amien Rais.

“Perlu kami sampaikan Prof Dr HM Amien Rais sesungguhnya hanyalah salah satu dari tokoh yang jauh-jauh hari oleh penggagas aksi ini dimohon bersedia hadir menyampaikan pemikirannya,” kata dia.

Dwi Kuswantoro menegaskan Amien Rais bukan penggagas aksi ini. “Pertimbangan kami, beliau hadir pada aksi yang semula dilangsungkan 11 Mei 2018. Karena Prof Dr HM Amien Rais merupakan salah satu tokoh Yogyakarta yang dipandang memiliki pemikiran yang berguna untuk bangsa ini,” jelasnya.

Namun karena pelaksanaannya diundur menjadi 1 Juni 2018 ternyata pada saat itu yang bersangkutan dalam posisi di Tanah Suci Mekkah melaksanakan ibadah umrah sehingga tidak bisa hadir dalam aksi tersebut.

“Atas pertimbangan inilah para tokoh penggagas Aksi Bela Bangsa meminta panitia untuk tidak mencantumkan foto Prof Dr HM Amien Rais dalam publikasi. Namun meski tidak hadir beliau melalui komunikasi via ponsel tetap mendukung dan memberi semangat kepada kami,“ kata Dwi.

Baca Juga :  Keraton Yogyakarta Terkenal di Jepang

Dia menegaskan, spirit Aksi Bela Bangsa adalah bersih, tertib, aman dan damai”. Dari sekitar 5.000 peserta aksi yang akan hadir InsyaAllah semua telah memahami empat spirit tersebut. Karena itu InsyaAllah pelaksanaan Aksi Bela Bangsa berjalan bersih, tertib, aman, dan damai,” kata dia.

Terkait adanya isu yang akan membenturkan Aksi Bela Bangsa dengan aksi  lain, Forum Aksi Bela Bangsa telah menyiapkan 700 personel keamanan yang akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami menyiapkan 300 tim kebersihan yang akan menjaga daerah aksi kami bersih dari sampah setelah acara. Kami juga menyiapkan tim kesehatan yang didukung Mercy yang akan melayani peserta aksi jika ada hal yang bersifat darurat,” tandasnya.

Panitia sekali lagi menekankan Aksi Bela Bangsa adalah aksi damai sebagai bagian dari proses demokrasi yang dijamin oleh konstitusi.

Kebetulan aksi tersebut bertepatan dengan 16 Ramadan atau malam Nuzulul Quran sehingga sesepuh dan para ulama DIY mengatakan aksi ini penting mengingat terjadinya ketimpangan dan keadilan sosial selama ini. Inilah saatnya mengembalikan Pancasila sebagai ruh tujuan besar bangsa.

“Aksi Bela Bangsa adalah aksi super damai dan super sejuk. Jika ada pihak lain yang juga mengadakan aksi, kami mengajak untuk tetap menjaga kedamaian dengan saling menghargai dan tetap menjaga persatuan karena semua yang dilakukan sesungguhnya sama-sama untuk Bela Bangsa,” kata Dwi Kuswantoro seraya mengajak warga DIY untuk tidak mempercayai hoaks. (sol)