Romo Yosef Bintoro Pr Pimpin Misa Ekaristi

462
Misa ekaristi novena di Goa Maria Dusun Singkil, Desa Giring Kecamatan Paliyan, Minggu (03/09/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ratusan umat Katolik dari berbagai daerah mengikuti Misa Ekaristi Novena di Goa Maria Pengantara Wahyu, Dusun Singkil Desa Giring Kecamatan Paliyan Gunungkidul, Minggu (03/09/2017). Misa dipimpin romo tamu dari Paroki Mikael TNI Angkatan Udara Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Letkol Yosef MM Bintoro Pr.

Seperti putaran sebelumnya, Ekaristi Novena Putaran VII di dalam goa alami dikenal Goa Tritis kali ini dimeriahkan kehadiran rombongan umat peziarah dari luar daerah seperti Kalimantan dan Cililitan Jakarta, dengan petugas koor kelompok Paduan Suara Ignasius Anthiokia Klaten Jateng.

Misa mengambil tema Abdi Tan Kena Wola Wali atau Mengikuti Yesus dengan segenap jiwa raga, mengingatkan banyak permenungan akan iman Katolik.

Romo Letkol Yosef MM Bintoro Pr dalam khotbahnya, mengatakan, hidup mengikuti Yesus bukan perkara yang mudah. Banyak tantangan berat dihadapi umat Katolik di tengah modernisasi dan kemajuan teknologi yang sulit untuk dihindari, menuntut iman yang kuat dan semakin tangguh.

“Gaya hidup hedonisme, serba praktis karena kemajuan teknologi di depan mata hendaknya dimaknai umat untuk lebih menemukan nilai-nilai pokok ajaran iman akan Yesus. Menghidupkan kembali ruh suci akan iman Yesus dalam diri kita masing-masing menjadi kunci hidup yang baik,” kata romo yang setiap hari bertugas di Akademi Angkatan Udara Lanud Adisutjipto ini.

Baca Juga :  Lampu Antik Ini Ternyata Buatan Semin

Yos Bin, panggilan Romo Yosef Bintoro Pr, menyatakan romo, suster, bruder, tidak menjamin sebagai bagian dari orang suci. Karena kesucian tercermin dalam setiap manusia termasuk umat awam yang berangkat dari ruh dalam diri masing-masing, tindakan dan perbuatan dalam hidup, memberi nilai manfaat bagi semua orang tanpa pamrih. Sembari membagi pengalaman dan tantangan hidup sebagai pastor, Romo Yos Bin mengingatkan akan Bunda Perawan Maria yang penuh ketulusan dan kesetiaan pada tugas suci Allah Bapa.

Ketua Wilayah Semanu, Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari, Sugiharto, mengatakan, Misa Ekaristi Novena ketujuh akan berlangsung selama sembilan bulan ke depan. Misa pembukaan dilaksanakan Minggu (03/09/2017) dan secara rutin setiap bulan di minggu pertama pada pukul 09:30. Kegiatan puncak yakni putaran akhir nanti berlangsung Mei 2018.

Baca Juga :  Hafidh Minta Danais Bisa Perbaiki Kesejahteraan Rois dan Hafidz

“Ini sudah menjadi tradisi ibadah bagi umat Katolik selain peribadahan rutin yang biasa dilaksanakan di gereja,” ujar Sugiharto mewakili panitia pelaksana.

Ada yang menarik dari tradisi ekaristi novena Goa Maria berlangsung, usai proses misa umat langsung jajan dan bersantap bersama di warung-warung pedagang yang disediakan masyarakat mayoritas muslim.

Menu khas Dusun Singkil seperti, pecel, thiwul, kelapa muda dan dawet menjadi salah satu daya dukung keunikan potensi tempat ziarah umat Katolik yang telah berlangsung selama 50 tahun ini. Rute jalan salib melintas bukit dengan pemandangan alam yang mempesona dan penyelenggaraan misa di bawah stalaktit stalaknit menjulang menjadi pemandangan dinding atap goa, menjadikan daya tarik umat dari berbagai daerah menyempatkan ziarah doa di tempat yang ditetapkan Pemkab Gunungkidul sebagai wisata rohani umat Katolik.

Tempat wisata yang tetap mempertahankan keasrian alam ini dikelola tim Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari dipimpin Fransiskus Sunardi. (st aryono)