Rp 114,7 Miliar untuk Warga Miskin

239
Warga mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada peluncuran Bantuan Langsung Non Tunai PKH 2017 ini berlangsung di Balai Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Selasa (15/08/2017). (st.aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Sebanyak 60.734 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang merupakan warga miskin di Gunungkidul, digelontor bantuan hingga mencapai Rp 114. 787.260.000. Peluncuran Bantuan Langsung Non Tunai PKH 2017 ini berlangsung di Balai Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Selasa (15/08/2017).

Kegiatan dihadiri Sekjen Kementrian Sosial RI DR Harry Soeratin, Bupati Gunungkidul Hj Badingah, Sekretaris Dinas Sosial CH Suyatmiyatun, perwakilan Dinsos DIY dan undangan lain.

Sekjen Kementrian Sosial RI DR Harry Soeratin mengungkapkan, strategi penanggulangan kemiskinan menekankan pada peningkatan sumber daya manusia. Serta meningkatkan kerjasama lintas program dan kesejahteraan lewat penghidupan berkelanjutan.

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bagian dari penanggulangan kemiskinan dan harus diperluas dari berbagai lini.

Baca Juga :  Wah..Masih Ada 24.000 Rumah Tak Layak Huni di Gunungkidul

“PKH diharapkan memberikan kontribusi penurunan angka kemiskinan lima hingga enam persen pada 2019,” kata Harry Soeratin ketika membacakan sambutan Mensos.

PKH di Gunungkidul menyasar 60.734 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total dana Rp 114. 787.260.000. Penyalurannya kini secara langsung ke rekening penerima bantuan untuk mengurangi penyimpangan.

Diungkapkan, penyaluran bantuan sosial non tunai PKH ini merupakan bagian proses pelaksanaan PKH. Kementerian Sosial berharap peserta PKH juga mendapatkan program bantuan sosial lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Sehat, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kelompok usaha bersama (KUBE), usaha ekonomi produktif, Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) maupun Program Subsidi Energi.

“Ini dilakukan agar masyarakat semakin cepat keluar dari kemiskinan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gunungkidul Tidak Perlu Status Darurat Kekeringan

Bupati Gunungkidul Hj Badingah menuturkan, Kemensos selama ini banyak menangani permasalah sosial di Gunungkidul. Bahkan pada 2016 lalu ikut mendorong pengurangan angka kemiskinan hingga 2,3 persen. Kearifan lokal dan semangat kerja yang tinggi di masyarakat serta bantuan DIY maupun pusat menjadi faktor pengurangan angka kemiskinan. “Meskipun bersifat sementara, PKH mampu mengurangi beban di masyarakat,” katanya. (st.aryono/sm)