RSDS Kebumen (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Di era pelayanan kesehatan dengan asuransi kesehatan, persaingan usaha antarrumah sakit pemerintah dan swasta tidak lagi pada perbedaan biaya pelayanan. Persaingan untuk mendapatkan pasien, lebih banyak ditentukan kualitas pelayanan rumah sakit.

Hal itu diingatkan Bupati Kebumen HM Yahya Fuad, ketika menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan 5 orang anggota Dewan Pengawas Rumah Sakit dr dr Soedirman (RSDS) Kebumen dan Sekretaris Dewan Pengawas RSDS di RSDS Kebumen, Senin (14/8/ 2017).

Menurutnya, di era asuransi kesehatan, sudah tidak ada lagi perbedaan baiya pelayanan di rumah sakit permerintah dan swasta. Besaran biaya pelayanan ditentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kepada manajemen RSDS Kebumen dan dewan pengawas HM Yahya Fuad berharap, RSDS Kebumen yang dibangun dengan nilai investasi lebih dari Rp 300 miliar, bisa lebih maju, dan mendapatkan pasien lebih banyak dibanding dengan rumah sakit swasta. Investasi yang ditanam Pemkab Kebumen, sebanding dengan kualitas pelayanan.

Baca Juga :  Mengejutkan, Titiek Soeharto Mundur dari Golkar

Direktur RSDS Kebumen dr Bambang Suryanto MKes berharap, dengan dewan pengawas baru, RSDS Kebumen menjadi corporate yang lebih sehat. Ke depan, dengan era asuransi kesehatan, RSDS juga mampu menangkap peluang ini. Pada tahun 2019, direncanakan semua jenis pelayanan di rumah sakit, sudah era asuransi kesehatan untuk semua / universal coverate insurance .

Pengamatan koranbernas.id, era pelayanan asuransi kesehatan di RSDS Kebumen sudah nampak. Hampir 80 pasien di rumah sakit milik Pemkab Kebumen, peserta BPJS Kesehatan. Seperti yang terlihat Selasa (15/8/2017), tercatat lebih dari 400 pasien peserta BPJS, dan hanya 100-an pasien non BPJS Keshatan, rawat jalan di RSDS Kebumen. (Nanang WH/yve)