RSUD Prembun Terima Pasien dari 3 Kabupaten

427
Direktur RSUD Prembun dr Prayitno memberi  keterangan pers, Senin (19/03/2018). (istimewa) 

KORANBERNAS.ID—Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prembun, Kebumen merasa diuntungkan dengan lokasi rumah sakit milik Pemkab Kebumen. Lokasi yang berada di paling timur Kabupaten Kebumen, berbatasan dengan Kabupaten Purworejo dan Wonosobo ini, menjadikannya jujugan pasien dari 3 kabupaten sekaligus.

Hal itu dikatakan Direktur RSUD Prembun dr H Prayitno kepada wartawan di Press Center Kebumen, Senin (19/03/2018).

Didampingi Kabag Humas  Pemkab Kebumen Sukamto,  Prayitno optimis, rumah sakit ini terus berkembang. Apalagi dengan kenaikan  tipe rumah sakit umum daerah milik Pemkab Purworejo dari tipe C ke tipe B, pasien dari Prembun (Kebumen), Pituruh, Butuh, Kutoarjo dan Grabag  (Purworejo)  yang selama ini ke   Purworejo harus memilih rumah sakit terdekat tipe C.

Baca Juga :  Operasi Pasar Belum Pengaruhi Harga Beras

“Peserta BPJS Kesehatan, tidak bisa dari faskes 1 rujukan ke rumah sakit tipe B. Harus ke tipe C dulu. Kami diuntungkan,“  kata Praytino.  Rumah sakit yang dioperasikan  mulai Juni 2017 ini,  dengan  kondisi keterbatasan sumber daya manusia dan alat kesehatan. Namun dari hari ke hari jumlah  pasien rawat jalan dan  rawat inap terus meningkat.

Enam bulan pertama dioperasikan, manajemen  RSUD Prembun, menurut  Prayitno, harus  berpikir keras, untuk mencukupi sumber daya manusia dan alat kesehatan yang memenuhi  standart rumah sakit tipe C.

Pelayanan dokter spesialis misalnya, tiga bulan  pertama masih bergantung pada dokter RSUD dr Soedirman Kebumen.

Adanya program magang Kementerian Kesehatan bagi dokter spesialis yang baru lulus spesialis, menjadi solusi dari keterbatasan dokter spesialis. Masalahnya, program magang dokter spesialis ini hanya satu tahun. Sehingga perlu dicermati, sebelum habis masa magang mereka perlu ada dokter spesialis pengganti.

Baca Juga :  Tabrakan Karambol, Balita Ini Tewas

“Beberapa bulan sebelum masa magang habis,  kami tanyakan yang bertahan dan betah disini,” kata Prayitno. (SM)