Ruang Gerak Perokok Dibatasi

197

KORANBERNAS.ID — Kurang dari 50 hari atau tepatnya Minggu (20/05/2018) para perokok di Kabupaten Kebumen akan dibatasi ruang geraknya. Nantinya, mereka tidak boleh lagi merokok di sembarang tempat.

Ketentuan itu diterapkan setelah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mulai berlaku. Perokok diperbolehkan merokok di tempat tempat tertentu yang disediakan pengelola tempat tertentu.

“Penerapan Perda KTR akan  lebih banyak bersifat persuasif, agar perokok sadar, merokok pada tempatnya,“ kata H Kusbiyantoro, SKM, Mkes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kebumen kepada koranberna.id, Kamis (05/04/2018). Tindakan persuasif itu salah satunya dengan mengingatkan perokok yang merokok di KTR.

Saat diterapkanya perda ini, setiap pengelola tempat kerja,  pemerintah dan swasta serta hotel membentuk tim pemantau KTR. Tim ini yang bertugas dan punya fungsi mengingatkan, jika ada perokok di KTR. Tim ini yang akan menegur dan meminta perokok, merokok di tempat yang bukan KTR.

Baca Juga :  Diawali Suara Gemuruh, Ladang Pertanian Mendadak Ambles

Pemantauan di tempat-tempat umum, seperti terminal, pasar, stasiun kereta api  akan dibentuk satuan tugas (Satgas). Satgas ini yang akan melakukan pemantauan. Satuan ini berasal dari dinas teknis dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen.

Kusbiyantoro menambahkan, ada kewajiban pengelola  tempat tertentu menyediakan area khusus merokok bagi perokok. Area ini syaratnya  jauh dari akses atau lalu lalang masyarakat, bentuknya terbuka serta nyaman bagi perokok.

Area merokok yang ada sekarang, sebanyak 8 lokasi, sudah tidak memenuhi syarat-syarat itu.  Ada rencana memindahkan area merokok di tempat yang memenuhi syarat teknis Perda dan perbup KTR.

Area merokok itu beberapa di antaranya berada di lokasi yang banyak diakses masyarakat. Misalnya area merokok merokok di Terminal Tipe A Kebumen.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Anak-anak Muda Pakai Narkoba

Ada kawasan yang bebas asap rokok, yakni rumah sakit, klinik kesehatan, praktik dokter dan  sarana pelayanan kesehatan, tempat  pendidikan, tempat ibadah, serta tempat bermain anak.

Di area itu tidak ada sejengkal lahan dibolehkan  merokok. Tidak ada kewajiban pengelola tempat-tempat itu menyediakan area merokok. (sol)