Rumah Terdampak NYIA Mulai Dirobohkan

313
Alat berat merobohkan rumah terdampak NYIA di Kulonprogo, Senin (04/12/2017). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — PT Angkasa Pura I, Senin (04/12/2017) melakukan pengosongan rumah terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Namun pembersihkan dengan alat berat hanya dilakukan di rumah-rumah yang sudah kosong ditinggalkan penghuninya.

Rumah warga yang tetap menolak bandara tidak disentuh oleh alat berat yang bekerja merobohkan rumah dan pepohonan. Sekelompok mahasiswa melakukan aksi membantu penolakan dari beberapa orang tersebut.

Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai menyatakan, sebelumnya ada 48 rumah masih berdiri, setelah ada gerakan pengosongan pekan sebelumnya. Sebanyak 14 KK kemudian mengosongkan rumah secara sukarela. Sehingga target pengosongan Senin (04/12/2017) ada 28 rumah di Glagah dan Palihan untuk dirobohkan dan dibersihkan.

“Jajaran Polda DIY bertekad mengmnankan dan mensukseskan program pempangunan bandara ini. Karena merupakan program strategis nasional. Kapolda memerintahkan kepada kami untuk bertindak persuasip karena kita semua bersaudara,” ujar Kapolres

Pengosongan rumah, lanjutnya melibatkan Kejati DIY, Satpol PP dan Brimob hingga mencapai 264 personil. Dalam pembersihkan, Kapolres memerintahkan kepada tim untuk bertindak persuasif.

Pendempo NYIA solat dhuha di Kulonprogo, Senin (04/12/2017). (sri widodo/koranbernas.id)

Pimpro Pembangunan NYIA, Sujiastono berharap warga yang masih bertahan agar dengan sukarela meninggalkan rumahnya. Suji ingin pembangunan bandara lancar damai.

Sebelum tim bergerak merobohkan rumah rumah, sekelompok mahasiswa melakukan demo mendukung warga yang menolak bandara. Belasan warga ini melakukan solat dhuha dijalanan yang mereka blokir. Sementara sejumlah pendemo memaki polisi dalam aksi tersebut.

Namun berdasarkan informasi Kapolres, pendemo sebagian besar bukan warga setempat. Karena itu harus diwaspadai.(yve)