Runaway Terpanjang Hadir di JFR 2018

288
Para desainer dan Fery Gunardi, General Manager JCM Yogyakarta berfoto disela persiapan JFR 2018 di Sahid Rich Hotel, Senin (21/02/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pagelaran fashion show berskala nasional Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2018 kembali digelar. Bertajuk “Metamorfosa’, sebanyak 32 desainer dari berbagai kota akan menampilkan karya-karya di runaway sepanjang 32 meter di Atrium Jogja City Mall (JCM) Yogyakarta, tiga hari berturut-turut mulai Jumat-Minggu (25-27 Mei 2018).

Fery Gunardi, General Manager JCM Yogyakarta di Sahid Rich Hotel, Senin (21/02/2018) mengungkapkan, JFR yang digelar dalam rangka ulangtahun ke-4 JCM tersebut menjadi event yang ditujukan untuk pelaku dan penggiat bisnis fesyen sekaligus untuk penikmat fesyen di Indonesia, dalam konteks ini juga sebagai salah satu wadah untuk berkumpulnya para desainer agar dapat saling bertukar ide serta mempresentasikan hasil karyanya kepada masyarakat.”

“Semoga pagelaran ini dapat memberikan peluang kepada para desainer yunior maupun senior untuk dapat mengembangkan dan mengenalkan hasil karyanya. Kedepannya Jogja City Mall akan konsisten menyuguhkan Jogja Fashion Rendezvous kepada masyarakat dan menjadi salah satu ikon fesyen runaway di Indonesia,” paparnya.

JFR merupakan pergelaran fesyen dengan panggung runway terpanjang dan tata lampu terkonsep. Didukung 52 model dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Semarang yang terdiri 36 peragawati, 8 peragawan dan 8 model anak, berbagai karya terbaru mereka siap ditampilkan.

Baca Juga :  JIHW Lewati Tiga Candi di Sleman

Pada malam pertama, Jumat (25/05/2018 akan tampil Fitriani Kuroda Silky Cotton by Milangkori (Yogya), Astrid Ediati (Klaten), MLK Batik Kids (Yogya), Malik & Malika Boutique (Yogya), D’Nasta Batik (Yogya), Akeyla Naraya (Bekasi), Liza Supriyadi (Semarang), Indria Aryanto (Cilacap), Juve-Cenik Batik (Yogya), Lusi Ekawati & Kaji Habeb (Yogya), Rika Hermalin (Semarang), dan Neni Livia (Solo).

Sedangkan hari kedua, Sabtu (26/05/2018) hadir LT Pro, Denny Wirawan (Jakarta), Mimi Meira (Yogya), Sabina by Ewigek (Depok Jawa Barat), Linda Susanti (Yogya), Calista (Temanggung), Dimas Santoesa (Semarang), Uzi Fauziah (Solo), Haryanto (Yogya), Essy Masita (Yogya), Cicik Mulyaningtyas (Yogya), Is Yanto (Yogya), Tyas Ariesanthi (Yogya), dan Eko Tjandra (Jakarta).

Malam ketiga, Minggu (27/05/2018) akan tampil Athan Siahaan (Jakarta), Difaz (Semarang), Sugeng Waskito (Yogya), Prasodjo by Rani (Klaten), Tari Made (Yogya), Dadang Koesdarto (Yogya), Djongko Rahardjo (Solo), dan Phillip Iswardono (Yogya).

Baca Juga :  Warga Binaan pun Ikut Bahagia

Melihat nama-nama desainer yang akan menampilkan karyanya, bisa dipastikan pergelaran fesyen ini akan menjadi peristiwa penting di kancah mode Indonesia. Selain Denny Wirawan, ada Eko Tjandra, Sugeng Waskito, Phillip Iswardono, Dadang Koesdarto, Djongko Rahardjo, dan lainnya, yang punya ciri khas dalam berkarya.

“JFR 2018 merupakan presentasi dan promosi busana karya perancang Indonesia, sebagai salah satu tolak ukur event fashion runway di Yogyakarta. Akan dikoreograferi Umbu Fikram Marapeti dan Alif Anto,” jelasnya.

Ditambahkan Tosa Santosa dari Rumahpentas selaku pelaksana JFR 2018, acara tersebut digelar tidak hanya sebagai ajang hiburan namun merupakan presentasi karya-karya terbaik desainer.

JFR adalah event yang mempresentasikan event peragaan busana yang tepat dan berkonsep maju. Digelar tidak sebagai ajang hiburan semata. Lebih dari itu merupakan presentasi karya-karya terbaik desainer.

“JFR ibarat sebuah tempat yang indah, intim dan romantis, untuk berjumpa serta menggelar karya busana anak bangsa. Kreasi mewah nan unik namun tetap berpijak pada citra tradisi Indonesia, menyambut Yogya sebagai kota wisata belanja,” tandasnya.(yve)