Saat Ini Kejari Bukan Lagi Momok bagi ASN

362

KORANBERNAS.ID – Dulu, Kejaksaan Negeri sering dianggap momok bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sekarang anggapan seperti itu hilang sebab lembaga tersebut sudah menjadi mitra kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saat ini Kejaksaan Negeri bukan lagi momok yang menakutkan bagi Aparatur Sipil Negara. Dulu anggapan tersebut memang terjadi. Saat ini Kejaksaan adalah mitra kerja ASN dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan,” Dra Hj Sri Muslimatun Mkes, Wakil Bupati Sleman.

Kemitraan tersebut terjalin setelah Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan secara resmi melakukan pendampingan.

“Kami berharap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) bisa berjalan seiring dengan pendampingan Kejaksaan Negeri Sleman,” kata Sri Muslimatun, Jumat (02/02/2018), usai sosialisasi TP4D.

Melalui pendampingan diharapkan kesalahan maupun penyimpangan yang tidak perlu terjadi dapat diketahui lebih dini atau diketahui di tengah berjalannya suatu kegiatan.

“Kesalahan yang tidak perlu terjadi, apalagi disengaja, bisa diketahui sejak awal apabila setiap kegiatan selalu ada pendampingan dari kejaksaan,” katanya.

Menurut dia, peran TP4D akan lebih menguatkan dan memperlancar pelaksanaan kegiatan pembangunan, karena tidak ada rasa was-was takut salah melaksanakan kegiatan.

Sri Muslimatun mengatakan, masing-masing SKPD perlu membuka diri agar tidak terjadi kesalahan maupun penyimpangan di kemudian hari yang bisa menimbulkan masalah.

Kepala Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya, menambahkan ada 55 kegiatan yang didanai APBD maupun APBN didampingi oleh TP4D. “Dengan pendampingan tersebut semua paket pekerjaan berjalan lancar,” katanya.

Pada 2018 di Kabupaten Sleman ada 292 paket kegiatan terdiri dari 62 paket PLP. Sejumlah 22 paket selesai dilelang sedangkan

30 paket memasuki proses lelang serta sepuluh paket dalam proses pembahasan. “Yang dananya di atas Rp 1 miliar ada 18 paket kegiatan,” jelasnya.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Sleman, Khalid Sardi Hatapayo SH,  menyampaikan ASN tidak perlu takut apabila pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tujuan pendampingan antara lain agar pelaksanaan kegiatan pembangunan berjalan lancar, penyerapan anggaran kegiatan pembangunan lebih baik dan maksimal serta menghilangkan keragu-raguan,” katanya. (sol)