Saat Menggelar CSR di YPAC Solo, Crew ASSA Dibuat Kagum

364
Pimpinan PT ASSA Cabang Solo dan pengelolaYPAC Solo, saat acar CSR, Sabtu (30/06/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Pimpinan dan staf PT Adi Sarana Armada (ASSA) Cabang Solo dibuat kagum saat menggelar kegiatan corporate social responsibility (CSR) di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Sabtu (30/06/2018).

Dengan berbagai keterbatasan, selama lebih dari 65  tahun, pengelola YPAC dengan ulet dan tekun mengasuh anak-anak berkebutuhan khusus yang dititipkan orang tua mereka.

“Anak asuh kami ada yang dari daerah sekitar. Tapi kebanyakan dari luar Jawa. Semaksimal mungkin, kami berusaha memotivasi dan melatih mereka agar bisa mandiri. Tapi kalau selama 3 bulan tidak ada perkembangan, dengan terpaksa anak asuh kami pulangkan. Sebab YPAC bukanlah tempat penampungan” kata Ketua II YPAC, Jajuk Widiastuti, Sabtu (30/06/2018).

Didampingi Sekretaris YPAC, Sri Dadi, Jajuk mengungkapkan, memang tidak semua anak berkebutuhan khusus yang dititipkan ke YPAC bisa dididik untuk lebih mandiri dan mengembangkan skill yang dimiliki.

Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Terutama kondisi anak sendiri, seberapa kuat motivasinya dan seberapa jauh keterbatasan yang dialaminya.

“Kami bukan hanya menyelenggarakan dan mengelola sekolah, tapi juga memiliki fasilitas lengkap untuk terapi anak-anak berkebutuhan khusus. Selain untuk anak asuh kami, terapi ini juga melayani permintaan dari masyarakat umum, yang ingin menerapi putra putri mereka,” kata Jajuk.

Sistem pengelolaan, kata Jajuk, didesain sedemikian rupa sehingga antara anak yang sudah bisa lebih mandiri dan anak yang masih perlu pendampingan melekat dibuat terpisah.

Ketika pengelola melihat anak asuh sudah bisa lebih mendiri dan sudah saatnya masuk ruang kelas, maka mereka akan masuk ke sekolah. Sebaliknya kalau belum, maka akan tetap dalam pendampingan tersendiri.

“Ada banyak anak asuh yang usianya sudah di atas 20 tahun, tapi tetap dalam pendampingan dan belum masuk kelas. Karena perkembangannya memang belum memungkinkan ke sana,” lanjutnya.

Didirikan oleh Prof Suharso, YPAC Solo saat ini mengandalkan bantuan dari banyak pihak untuk operasional. Biaya yang dipungut dari keluarga anak asuh, sangat lah minim dan jauh dari mencukupi.

“Kami hanya memungut 450 ribu rupiah per bulan untuk semua keperluan anak asuh. Bahkan yang memang tidak mampu, kami hanya memungut 250 ribu per bulan. Itupun tidak sedikit yang nunggak,” kata Sri Dadi yang mengaku sudah tidak menerima bantuan dana dari Dinas Sosial sejak beberapa tahun terakhir ini.

Saat ini, YPAC Solo mengasuh sekitar 30 anak. Biasanya saat tahun ajaran baru akan datang lagi anak-anak berkebutuhan khusus yang dititipkan oleh keluarganya.

Sejumlah kerajinan karya siswa-siswa di YPAC. untuk menyelesaikan satu karya semacam ini, terkadang perlu waktu berbulan-bulan karena keterbatasan siswa. (istimewa)

Untuk kegiatan, selain terapi, juga secara rutin diadakan kegiatan-kegiatan sosial dan kerohanian yang diharapkan akan melengkapi terapi yang sudah dilakukan. Termasuk pengelola sekarang mulai mewajibkan pihak keluarga untuk intens berinteraksi saat di YPAC, ataupun saat anaknya memasuki jadwal libur dan dibawa pulang  untuk bersosialisasi di keluarga mereka masing-masing.

“Kami juga memiliki guru-guru khusus untuk mengembangkan skill anak asuh. Temasuk mengajari mereka berbagai keterampilan. Memang tidak mudah. Harus sangat sabar dan telaten. Misalnya membuat kerajinan monte, memasukkan benang saja sangatlah sulit bagi mereka. Tapi dengan sabar dan telaten, toh bisa jadi,” lanjut Jujuk.

Bantuan Peralatan

Branch Head PT ASSA Solo, Andre Mardi Prasetyo dalam kesempatan tersebut menyerahkan berbagai  bantuan untuk mendukung operasional YPAC.

Bantuan diberikan sebagai bentuk dukungan moral kepada kiprah YPAC sebagai organisasi sosial nirlaba.

“Kami menyerahkan sejumlah kursi roda, paket sembako, bahan kain seragam dan sejumlah uang untuk mendukung kegiatan YPAC,” kata Andre.

Kegiatan CSR ini rutin digelar setiap tahun, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di setiap kantor cabang.

“Sebelum di YPAC, kami tahun lalu menggelar kegiatan di lini pendidikan dengan membantu pembangunan sebuah sekolah di daerah terpencil di Karanganyar. Untuk kegiatan CSR secara nasional, pernah kita gelar di Temanggung berupa penyerahan mesin-mesin mobil sebagai sarana praktek para siswa di sana,” katanya menerangkan. (SM)