Safari Kapolda DIY Bikin Ulama Merasa Nyaman

731
Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri saat berbicara kepada media, Kamis (01/03/2018), usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Progo 2018 menyebutkan, ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat merespons positif safari yang dilakukannya.

Dalam dua pekan terakhir, Kapolda gencar melakukan safari, khususnya pasca-insiden teror di Gereja Santa Lidwina 11 Februari silam.

“Sampai hari ini, berarti sudah empat tempat yaitu Kota Yogyakarta, kemudian Gunungkidul, Kulonprogo dan Sleman. Alhamdulillah, saya sudah jelaskan dan para ulama, ustad, kiai terutama yang ada di pondok pesantren. Mereka cukup bijak menyikapi kejadian yang terjadi,” ungkap Kapolda.

Dalam kunjungannya, Kapolda juga meluruskan isu dan berita hoax yang simpang siur beredar di masyarakat. Jenderal kelahiran Indramayu itu menyatakan komitmennya menciptakan situasi kondisi kamtibmas yang kondusif.

“Ternyata para ulama tidak ada rasa kekhawatiran. Kewaspadaan tetap iya, tetapi tidak kemudian menjadi trauma yang berlebihan, seolah-olah ada ini, ada itu. Tetapi, semuanya responsnya bagus,” ujar Dofiri.

Kapolda menambahkan, dari silaturahmi yang ia lakukan, kerukunan antarumat beragama tetap berjalan baik. Keragaman atau kebhinekaan dan juga toleransi juga terjalin dengan dibalut suasana kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Mereka (pemuka agama) merasa aman, nyaman, dan sekaligus ingin bersinergi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan. Tetapi intinya, semuanya kondusif. Hanya tinggal satu di Bantul saya datangi,” papar dia.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanta kepada koranbernas.id menyebutkan safari atau kunjungan yang dilakukan oleh Kapolda diharapkan mampu menenangkan situasi pasca-kasus intoleransi yang sempat terjadi.

“Saya tekankan bahwa Pak Kapolda selalu menjamin keamanan para ulama dan juga pemuka agama lainnya,” tutur dia.

Lebih lanjut AKBP Yuliyanta menambahkan tim Mabes Polri juga telah meminta keterangan dan bukti-bukti pendukung terkait insiden penyerangan yang dilakukan Suliyono terhadap jemaat dan pastor Gereja Santa Lidwina pada 11 Februari lalu.

“Tim sudah datang, dan kami sampaikan apa adanya. Sekarang sudah ditangani Mabes Polri,” tandasnya. (sol)