Sajian Blekutak Goreng Terbanyak Masuk Rekor MURI

258
Sajian 9.000 ikan Blekuthak Goreng yang memecahkan rekor MURI, (maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Perayaan sedekah laut di Pekalongan selalu ramai setiap tahunnya. Menambah kemeriahan perayaan sedekah laut kali ini, Komunitas Nelayan TPI Jambean menginisiasi pemecahan Rekor MURI.

Tak tanggung-tanggung, para nelayan menyajikan sebanyak 9.000 ikan Blekutak Goreng. Menu yang disandingkan dengan Nasi Megono tersebut berhasil memecahkan Rekor MURI dengan tajuk Sajian Blekutak Goreng Terbanyak.

Acara yang berlangsung di TPI Jambean, Pekalongan Rabu (18/10/2017) itu, merupakan salah satu wujud dari budaya komunal. “Sedekah laut sarat nilai-nilai kebersamaan yang menjadi elemen kunci interaksi sosial masyarakat Indonesia,” jelas M Deny Arifianto, Direktur Zigma Communication selaku penyelenggara Sedekah Laut Pekalongan 2017.

Perayaan sedekah laut selalu menarik minat masyarakat Pekalongan, apalagi tradisi turun temurun ini melibatkan banyak orang.

“Perayaan sedekah laut yang didukung oleh Sampoerna Hijau ini adalah bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai kebersamaan yang terkandung di balik berbagai bentuk perayaan komunal berbasis budaya dan tradisi,” tambah Deny.

Baca Juga :  Intan Nurimani Miliarder Muda dari Solo
Nasi megono, kuliner khas Pekalongan. (maharani/koranbernas.id)

Sampoerna Hijau juga menghadirkan booth Rayakan Rame-Rame, berisi berbagai kegiatan interaktif seperti permainan catur, karambol, putar rame-rame dan instant photo booth.

Imanudin dari Komunitas Nelayan TPI Jambean mengungkapkan rangkaian perayaan sedekah laut sudah dimulai beberapa hari sebelum puncak acara. “Kami para nelayan bersama-sama menghias kapal agar terlihat lebih menarik,” kata Imanudin.

Pada hari perayaan, arak-arakan ubarampe dibawa puluhan kapal nelayan menuju laut kemudian dilarung.

Banyak hiburan digelar seperti lomba dayung. Sedangkan malam hari diisi acara wayangan dan orkes.

Kuliner khas

Pemilihan Nasi Megono dan Blekutak memiliki alasan yang kuat, karena keduanya merupakan produk kebudayaan kuliner khas kebanggaan warga Pekalongan.

“Proses penyajian Blekutak Goreng Terbanyak yang dihidangkan bersama Nasi Megono membutuhkan semangat kebersamaan yang kuat hingga akhirnya kita dapat menyajikan 9.000 sajian dan berhasil memecahkan Rekor MURI,” tambahnya.

Kapal nelayan dihias memeriahkan sedekah laut. (maharani/koranbernas,id)

Sejarawan Indonesia, JJ Rizal, menerangkan masyarakat Pekalongan memiliki semangat kebersamaan yang kental dan tetap hidup dalam berbagai perayaan komunal di antaranya perayaan sedekah laut.

Baca Juga :  RAPI Ngemplak Bersihkan Sampah Pandansari

Produk kebudayaan kuliner khas Nasi Megono dan Blekutak menunjukkan masyarakat Pekalongan tetap menjaga keseimbangan. Mereka menyatukan budaya masyarakat maritim dengan budaya masyarakat agraris.

Nasi Megono memiliki sejarah yang menarik bagi masyarakat Pekalongan. Megono berasal dari kata mergo yang berarti sebab, dan ono yang berarti ada.

Awalnya Nasi Megono khusus untuk ritual atau sedekahan dan menjadi bagian dari tradisi kaum bangsawan. Ini dapat dilihat dari bentuk Nasi Megono yang dulu serupa gunungan atau tumpengan.

Seiring berjalannya waktu, terjadi proses dekonstruksi. Masyarakat mengambil tradisi tersebut dan menjadikan Nasi Megono sebagai makanan sehari-hari. Tujuannya agar dapat dinikmati seluruh masyarakat Pekalongan.

“Melalui perayaan sedekah laut dan pemecahan Rekor MURI ini diharapkan semangat kebersamaan masyarakat Pekalongan dapat terus terjaga. Seluruh masyarakat dapat membangun kebersamaan yang lebih berkualitas dan tidak terlupakan,” kata Deny. (sol)